Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang, Banten, meminta para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mengubah pola pikir dari sekadar mencari bantuan menjadi fokus mengembangkan usaha secara mandiri. Kini, tercatat sekitar 145.113 pelaku UMKM di Kota Tangerang per Desember 2025 yang menjadi tulang punggung ekonomi penduduk.
“Jangan hanya berpikir bagaimana mendapatkan bantuan, tetapi mulai bertanya bagaimana usaha saya bisa tumbuh dan mandiri,” kata Maryono dalam keterangannya di Tangerang, Jumat.
TANGERANG — Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menekankan bahwa kemandirian adalah kunci utama agar usaha kecil bisa naik kelas. Ia meminta pelaku UMKM tidak lagi bertanya bagaimana cara mendapatkan bantuan, melainkan bagaimana produknya bisa tumbuh dan bersaing di pasar yang lebih luas.
Produk-produk semacam ini, menurutnya, punya potensi besar untuk menembus pasar global. Ia mencontohkan beberapa produk lokal yang dinilai memiliki keunikan tersendiri, seperti tas untuk tumbler, pakaian berukuran besar, hingga hijab dengan corak yang memiliki cerita.
Meski demikian, fasilitas tersebut tidak akan berarti tanpa keberanian dari pelaku UMKM untuk mengembangkan sayapnya. Maryono menuturkan, pemerintah daerah akan terus membangun ekosistem usaha dan membuka akses permodalan maupun pemasaran.
“Berbagai fasilitas yang diberikan Pemkot jadikan sebagai momentum bagi pelaku usaha untuk mendongkrak kualitas produk, memperluas pasar, dan membangun usaha yang semakin mandiri serta berdaya saing,” ujar Maryono melanjutkan.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kota Tangerang, Suli Rosadi, menyampaikan bahwa minat masyarakat untuk berwirausaha sangat tinggi. Hal ini tercermin dari data Sistem Informasi Data Tunggal UMKM (SIDT-UMKM) yang mencatat 145.113 pelaku usaha per Desember 2025.
Angka tersebut berbanding lurus dengan legalitas usaha. Data Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Tangerang mencatat sebanyak 112.208 Nomor Induk Berusaha (NIB) telah diterbitkan bagi pelaku usaha skala mikro dan kecil.
Tugas kita bukan hanya memacu pelaku usaha untuk berkembang, tetapi juga membuka akses seluas-luasnya agar produk lokal semakin dikenal, naik kelas, dan mampu bersaing hingga pasar global,” katanya. “UMKM adalah kekuatan ekonomi yang tumbuh dari masyarakat.
Tugas pemerintah bukan hanya mengajak pelaku usaha untuk berkembang, tetapi juga membuka akses seluas-luasnya agar produk lokal semakin dikenal dan mampu bersaing hingga pasar global. Suli menegaskan bahwa UMKM adalah kekuatan ekonomi yang tumbuh dari publik.
“Kita berupaya Kota Tangerang itu yang selalu saya impikan ini bisa sejajar dengan kota-kota lain, yang tentunya diharapkan tentu saja Kota Tangerang juga bisa terangkat nama baiknya,” jelasnya.
Dengan jumlah pelaku usaha yang besar, kota ini dinilai memiliki modal kuat untuk sejajar dengan daerah-daerah maju lainnya di Indonesia. Ia berharap keberadaan UMKM dengan produk-produk unggulannya dapat mengangkat nama baik Kota Tangerang di kancah nasional.