Wagub Banten Dimyati Natakusumah Dorong Komunitas Catur di Tangerang Jadi Wadah Pembinaan Generasi Muda

Penulis: Endra Sanjaya  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 01:54:02 WIB
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menghadiri acara Ngopi Bareng Wagub bersama Altajagu Chess Club di Tangerang.

TANGERANG — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menilai olahraga catur bukan sekadar permainan mengasah otak, tetapi juga sarana membangun silaturahmi dan sportivitas. Ia mengapresiasi komunitas catur yang terus menggelar kegiatan pembinaan, khususnya bagi anak-anak dan remaja di tengah maraknya penggunaan gawai.

“Catur itu olahraga otak, olahraga silaturahim,” ujar Dimyati di sela acara Ngopi Bareng Wagub yang digelar bersama Altajagu Chess Club.

Alternatif Aktivitas Anak di Tengah Gempuran Gawai

Dimyati menekankan bahwa permainan catur dapat menjadi alternatif bagi generasi muda agar tidak terus-menerus menghabiskan waktu dengan gadget. Menurutnya, setiap permainan memiliki aturan waktu yang mengajarkan pemain untuk berpikir dan bertindak secara sportif.

“Pertama adalah membimbing anak-anak kita. Mendidik anak-anak kita supaya tidak main gadget,” katanya.

Filosofi Gotong Royong dalam Setiap Bidak Catur

Lebih jauh, Dimyati menyoroti filosofi kuat yang terkandung dalam permainan catur, yakni gotong royong dan saling ketergantungan. Setiap bidak memiliki peran masing-masing dan saling menjaga untuk mencapai tujuan bersama, sebuah nilai yang relevan dengan kehidupan bermasyarakat.

“Sehingga saling jaga. Pion jaga raja, jaga menteri, jaga kuda, jaga benteng, jaga gajah. Dan sebaliknya, saling menjaga,” imbuhnya.

Filosofi tersebut, lanjut Dimyati, juga dapat diterapkan dalam membangun kepemimpinan. Setiap orang memiliki peran dan tanggung jawab untuk menjaga kebersamaan, sementara orang tua bertugas mengarahkan anak-anaknya seperti bidak catur yang menentukan masa depannya sendiri.

“Orang tua ini tinggal mengarahkan anak-anaknya, bidak-bidak itu. Mau jadi apa? Sesuai dengan cita-cita, yang penting bermanfaat buat bangsa dan negara,” jelasnya.

Turnamen Ber-Rating untuk Asah Kemampuan Peserta

Ketua Alam Takambang Jadi Guru (Altajagu) Afdimar mengatakan, kegiatan ini mengedepankan kebersamaan sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan kemampuan bermain catur. Pihaknya sengaja mengutamakan peserta muda agar potensi mereka terus berkembang.

“Ini kebersamaan dan kita ingin menyampaikan dengan bersama kita bisa. Kita adakan ini diutamakan yang muda-muda karena diharapkan dapat berkembang caturnya,” kata Afdimar.

Turnamen ini menggunakan sistem rating catur resmi. Selain memperebutkan hadiah, para peserta juga mendapatkan penambahan rating sebagai bagian dari pengembangan kemampuan dan pengalaman bertanding. Setidaknya terdapat 25 peserta yang mengikuti turnamen tersebut.

“Dengan kegiatan ini kita banyak pesertanya dan kita menggunakan sistem rating catur. Selain kita siapkan hadiah, nanti juga para peserta akan mendapatkan rating caturnya,” ujarnya.

Dimyati berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan melalui berbagai turnamen, festival, maupun kegiatan silaturahim komunitas agar pembinaan generasi muda melalui olahraga catur semakin meluas di Banten.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: tangselpos.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top