BANTEN — Venice Film Festival menambah satu film dokumenter ke jajaran kompetisi utamanya di menit-menit terakhir. "Naza", karya terbaru dari duo sutradara pemenang Oscar, Yuval Abraham dan Rachel Szor, akan bersaing memperebutkan Golden Lion tahun ini.
Dokumenter ini direkam pada malam hari dari atap-atap gedung di Tel Aviv. Sinopsis resminya menyebut film ini menampilkan "secara detail sistem di balik pembunuhan massal yang diperhitungkan terhadap warga sipil Palestina di Gaza".
Film ini diproduksi oleh The Guardian bersama James Wilson dari JW Films. Jonathan Glazer, sutradara "The Zone of Interest", duduk sebagai executive producer. Wilson dan Glazer sebelumnya bekerja sama dalam film yang memenangkan Oscar untuk kategori film internasional terbaik pada 2023 tersebut.
Abraham dan Szor adalah dua dari empat sutradara di balik "No Other Land" yang memenangkan Oscar untuk dokumenter terbaik tahun ini. Film sebelumnya itu mengangkat penghancuran dan pengusiran warga Palestina di Masafer Yatta, Tepi Barat, dan pertama kali tayang di Berlin Film Festival.
Bagi keduanya, "Naza" menandai debut mereka di kompetisi utama Venice. Golden Lion akan diumumkan pada upacara penutupan 12 September 2025.
"Naza" dijadwalkan tayang pada 10 September pukul 17.15 waktu setempat. Pemutaran akan dihadiri langsung oleh para sutradara, produser, jurnalis The Guardian, dan delegasi resmi.
Film ini menjadi satu-satunya dokumenter di kompetisi utama tahun ini. Ia bersaing dengan deretan film bergengsi seperti "Primetime" karya Lance Oppenheim, "Ink" dari Danny Boyle, "Company" besutan Casey Affleck, hingga "Wild Horse Nine" arahan Martin McDonagh.
Venice Film Festival ke-83 sendiri akan dibuka pada 2 September 2025. Masuknya "Naza" ke kompetisi utama mempertegas posisi festival ini sebagai panggung bagi karya-karya dokumenter dengan isu politik yang kuat, sekaligus momentum bagi sinema Indonesia untuk terus memantau karya-karya Asia yang tayang di sini.