CILEGON — Lantunan marhabanan dan tabuhan marawis menyambut kedatangan Wali Kota Cilegon Robinsar di halaman Masjid Jamiul Barokah, Lingkungan Kapudenok Julalen, Kelurahan Lebak Denok, Kecamatan Citangkil. Ratusan warga tampak memadati lokasi sejak pagi untuk mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Selasa (25/8/2026).
Ketua RT 03 Kapudenok Julalen, Heru Jaelani, langsung menyematkan selempang kehormatan kepada Robinsar begitu tiba di lokasi. Aksi itu menjadi simbol penghormatan warga kepada pimpinan daerah yang hadir di tengah-tengah mereka. Suasana makin akrab ketika Robinsar menyalami para tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, hingga jajaran anggota DPRD Kota Cilegon yang hadir.
Kehadiran orang nomor satu di Kota Cilegon itu dinilai menjadi momentum penting bagi warga Kapudenok Julalen. Bukan sekadar seremonial, acara ini menjadi ruang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan masyarakat di tingkat lingkungan.
Sejumlah tokoh tampak hadir mendampingi Robinsar, di antaranya Ketua Komisi I DPRD Kota Cilegon Ahmad Hafid yang merupakan warga setempat, anggota DPRD Kota Cilegon Ayatullah Khumaeni, serta tokoh pemuda Andri Andrayani. Para ketua RT dan RW se-Lingkungan Kapudenok Julalen juga turut hadir memeriahkan acara.
Ketua DKM Masjid Jamiul Barokah, Ustaz Maftuhi, menyampaikan apresiasi mendalam atas kehadiran pimpinan daerah di tengah kesibukannya. Menurutnya, kehadiran Robinsar membawa keberkahan bagi jalannya kegiatan keagamaan di lingkungan tersebut.
"Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Robinsar dan seluruh undangan yang telah berkenan hadir. Semoga kehadiran Beliau membawa keberkahan bagi kegiatan dan masyarakat di sini," ujar Maftuhi.
Hal senada disampaikan Ketua Pelaksana Peringatan Maulid Nabi, Heru Budi Saputra. Ia berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran acara, mulai dari panitia, pemuda, hingga aparatur kelurahan setempat.
Penyambutan warga kepada Robinsar berlangsung istimewa. Selain marhabanan khas Banten, penampilan tim qasidah ibu-ibu dan musik marawis yang dibawakan secara mandiri oleh pemuda setempat mengiringi jalannya acara. Kekhasan budaya ini menjadi suguhan tersendiri yang membuat suasana peringatan Maulid Nabi terasa lebih hidup dan akrab.
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Jamiul Barokah ini menjadi salah satu agenda keagamaan rutin yang dinanti warga. Hadirnya pemimpin kota di tengah mereka memperlihatkan bahwa tradisi keagamaan dan budaya lokal tetap mendapat tempat di tengah pembangunan daerah.