SERANG — Efisiensi distribusi baja nasional ternyata bisa ditekan hingga belasan persen hanya dengan mengalihkan rute pengiriman dari darat ke laut. Hal itu diungkapkan Direktur Utama PT Krakatau Steel (Persero) Tbk, Dr. Akbar Djohan, di hadapan mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta), Senin (24/8/2026).
Dalam program Krakatau Steel Goes to Campus bertajuk "Logistic Unlocked: Seni Menggerakkan Bangsa", Akbar membeberkan sejumlah strategi perusahaan menekan biaya logistik di tengah tingginya biaya operasional industri nasional.
Salah satu terobosan yang disorot adalah pengembangan jalur logistik maritim menggunakan kapal Ro-Ro. Krakatau Steel menghubungkan Pelabuhan Cigading di Banten dengan Pelabuhan Panjang di Bandar Lampung untuk mengoptimalkan jalur distribusi.
"Langkah ini terbukti mengoptimalkan jalur distribusi dengan potensi efisiensi biaya mencapai 10–12 persen," ujar Akbar yang juga menjabat Ketua Umum Asosiasi Logistik & Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA) serta Chairman Indonesian Iron & Steel Industry Association (IISIA).
Perusahaan juga berkomitmen penuh mendukung kebijakan Zero Over Dimension Over Loading (ODOL) yang berlaku pada 2027. Seluruh armada pengangkut dipastikan beroperasi sesuai kapasitas standar keselamatan.
Akbar menegaskan, fungsi logistik melampaui aktivitas memindahkan barang dari pabrik ke konsumen. Menurutnya, sistem logistik adalah bagian inti dari rantai pasok yang menentukan keterjangkauan harga produk dan jasa di masyarakat.
"Logistik bukan sekadar memindahkan barang dari pabrik dan gudang ke konsumen, melainkan bagaimana sistem ini memberikan value added dan menggerakkan perputaran ekonomi secara luas," tegasnya.
Sebagai produsen baja nasional, Krakatau Steel memiliki dampak berganda terhadap perekonomian. Operasional perusahaan melibatkan sektor transportasi, kepelabuhanan, vendor logistik, hingga penyerapan tenaga kerja.
Di hadapan para mahasiswa, Akbar mengajak generasi muda menanamkan budaya produktivitas dan ketepatan pengambilan keputusan. Ia menekankan pentingnya efisiensi waktu dalam setiap aktivitas.
"Jangan sia-siakan waktu. Setiap usaha yang dikeluarkan harus memberikan hasil yang optimal dan sebanding," pesannya.
Rektor Untirta, Prof. Dr. Ir. H. Fatah Sulaiman, S.T., M.T., menyambut positif kehadiran pimpinan Krakatau Steel. Menurutnya, pemikiran praktisi industri sangat krusial dalam memperluas wawasan serta membina kepercayaan diri mahasiswa sebagai calon SDM unggul Indonesia.