JAKARTA — Pernyataan Ketua Umum Projo, Budi Arie Setiadi, yang menyebut kemungkinan adanya percepatan dinamika politik sebelum Pemilu 2029 mendapat respons tegas dari Partai Gerindra. Kawendra Lukistian menilai wacana yang diungkapkan melalui istilah 'patahan sejarah' itu tidak berdasar dan keliru secara historis.
"Pemerintahan Presiden Prabowo berdiri di atas fondasi konstitusi dan mandat rakyat yang sah! Analogi 'Patahan Sejarah' yang mempercepat usianya pemerintahan adalah bentuk analisis latar yang ahistoris," ujar Kawendra dalam unggahannya, Selasa (25/8).
Kawendra menegaskan bahwa pemerintahan tidak semestinya dinilai berdasarkan spekulasi mengenai perubahan politik yang mungkin terjadi di masa depan. Ia menekankan komitmennya bersama Partai Gerindra untuk tetap fokus mendampingi dan mengawal Presiden Prabowo dalam menjalankan roda pemerintahan.
"Dan kami di Gerindra fokus mengawal Presiden Prabowo bekerja keras dengan segala daya upayanya, dan pasti akan terus membersamai beliau," tegasnya.
Sikap ini sejalan dengan respons resmi partai. Juru Bicara Gerindra, Sugiat Santoso, sebelumnya juga menyatakan partainya belum membahas Pemilu 2029 dan masih fokus pada program pemerintahan. Gerindra menegaskan tidak terpengaruh oleh wacana yang disampaikan Budi Arie dan mempersilakan publik menanyakan langsung maksud pernyataannya.
Dalam pernyataannya, Kawendra juga menyinggung perjalanan politik yang penuh tantangan untuk mendukung Prabowo. Menurutnya, dukungan tersebut bukan hal baru, melainkan sudah dilakukan sejak lama, bahkan ketika harus menghadapi kekalahan berkali-kali.
"Bukan baru sekarang, tapi sejak dulu! Ya, sejak kalah berkali-kali dan tetap terus bangkit lagi!" kata Kawendra.
Pria yang akrab disapa Mas Kawe ini pun menyampaikan pesan tentang esensi keyakinan di tengah ketidakpastian politik. "Keyakinan itu bukan tentang tahu cuaca esok, tapi tentang berdiri di tengah badai dengan jas hujan yang kau jahit sendiri," pungkasnya.