Surplus Beras Lebak Mencapai 191.477 Ton Hingga Juli 2026, Bisa Penuhi Konsumsi 14,9 Bulan

Penulis: Chandra Kusuma  •  Senin, 31 Agustus 2026 | 08:46:32 WIB
Seorang petani memanen padi di sawah Kabupaten Lebak, Banten, yang mencatatkan surplus beras 191.477 ton pada periode Januari hingga Juli 2026.

Kabupaten Lebak mencatatkan surplus beras 191.477 ton pada periode Januari hingga Juli 2026, atau setara kebutuhan konsumsi masyarakat 14,9 bulan ke depan. Dinas Pertanian setempat memastikan produksi gabah kering pungut (GKP) mencapai 536.048 ton dari 28 kecamatan, menjadikan daerah ini penyangga pangan nasional.

LEBAK — Produksi gabah di Kabupaten Lebak, Banten, sepanjang Januari hingga Juli 2026 menembus 536.048 ton gabah kering pungut (GKP). Angka itu terdiri dari 519.832 ton padi sawah dan 16.216 ton padi gogo yang tersebar di 28 kecamatan.

Setelah dikonversi, produksi tersebut setara 281.458 ton beras. Sementara kebutuhan konsumsi warga Lebak yang berjumlah 1,4 juta jiwa hanya sekitar 154.253 ton per tahun.

Berapa Sisa Stok Beras yang Bisa Dipasok ke Luar Daerah?

Dinas Pertanian Kabupaten Lebak mencatat beras yang sudah terserap sampai Juli 2026 baru mencapai 89.981 ton. Dengan begitu, masih tersisa 191.477 ton yang bisa dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan daerah lain.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengungkapkan, jumlah tersebut cukup untuk menutup kebutuhan konsumsi warga hingga 14,9 bulan ke depan. "Kami memastikan produksi beras di daerah ini relatif aman dan bisa memasok kebutuhan nasional," katanya di Lebak, Minggu.

Bagaimana Petani Menjaga Produksi Saat Musim Kemarau?

Rahmat menjelaskan, sejumlah lokasi yang memiliki sumber air permukaan masih bisa panen hingga September nanti. Petani mengandalkan gerakan tanam dengan sistem pompa air yang menyedot aliran sungai untuk mengairi areal persawahan.

Untuk lahan kering, petani menanam padi gogo dengan benih yang tahan kekeringan. Strategi ini sekaligus mendorong Indeks Pertanaman (IP) naik menjadi tiga kali musim tanam dalam setahun, dari sebelumnya hanya 2,5 kali.

Dukungan Pemkab Lebak untuk Swasembada Pangan

Pemerintah daerah menjamin ketersediaan benih unggul, pupuk, pestisida, serta perbaikan irigasi dan jalan usaha tani untuk mendongkrak produksi. Bantuan alat pertanian seperti pompa, penggilingan padi, traktor, dan combine harvester juga terus disalurkan.

"Kami berharap produksi pangan bisa terjaga guna mendukung program swasembada pangan dan peningkatan ekonomi petani," ujar Rahmat.

Praktik di Lapangan: Panen Raya hingga Tanam Ulang dengan Pompanisasi

Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sukabungah Ruhiana menuturkan, kelompoknya baru saja menyelesaikan panen raya di lahan seluas 150 hektare. Kini mereka bersiap kembali melakukan gerakan tanam menggunakan sistem pompanisasi.

"Kita di sini bisa mencapai IP 3 kali dengan menggunakan pompa air yang menyedot air permukaan Sungai Ciujung, sehingga bisa menghasilkan produksi pangan saat kemarau," jelasnya.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top