BANTEN — Jeda panjang tujuh tahun bukanlah kekosongan bagi Lea Simanjuntak. Penyanyi yang dikenal luas sebagai salah satu vokalis terbaik Indonesia ini mengaku periode tersebut ia gunakan untuk mengendapkan pengalaman hidup yang akhirnya melahirkan karya personal, "Ruang di Hatimu".
Lagu ini bukan sekadar upaya kembali ke industri musik. Bagi Lea, "Ruang di Hatimu" adalah pernyataan matang tentang kehadiran, harapan, dan makna diberi tempat di hati seseorang.
Karya ini berangkat dari momen paling rentan dalam hidup Lea. Ia menceritakan, lagu tersebut lahir saat dirinya berada di titik lelah dan kehilangan arah, sebelum akhirnya seseorang hadir membawa perubahan.
"Di saat hidup saya sedang lelah dan kehilangan arah, tiba-tiba hadir seseorang. Kehadirannya membawa perubahan, dan mendatangkan harapan. Sejak itu saya ingin memberi lebih, perhatian yang khusus, momen, cerita yang lebih dalam bersamanya, meski saya tidak tahu berapa lama kesempatan itu diberikan. Yang terpenting, saya ingin menjadi ruang di hatinya," ujar Lea dalam keterangan pers yang diterima.
Perasaan personal itu diterjemahkan ke dalam warna musik adult pop-jazz yang hangat dan dewasa. Aransemennya dirancang lapang, memberi ruang bagi karakter vokal sopran Lea untuk bercerita tanpa perlu meninggikan suara.
Dalam penggarapan single ini, Lea dipertemukan kembali dengan rekan lamanya, Nur Satriatama, yang dipercaya duduk sebagai produser sekaligus penulis lagu. Keduanya sepakat sejak awal membangun aransemen yang presisi namun tetap bernapas.
Seluruh proses rekaman dilakukan secara live dengan seluruh musisi bermain dalam satu ruang dan satu waktu. Pendekatan ini dipilih secara sadar untuk menjaga interaksi dan dinamika alami, termasuk ketidaksempurnaan manusiawi yang justru menjadi kekuatan lagu bertema kehadiran.
Video musik "Ruang di Hatimu" diproduseri oleh Riverbrick Studios, rumah produksi dengan rekam jejak ribuan karya audio dan visual. Sesi ini disutradarai oleh Alain Goenawan, Galih Pratama, dan Nur Satriatama.
Produksi video menggabungkan dua pendekatan: pengambilan gambar langsung di studio bersama Lea dan para pemain, lalu dunia visual di sekelilingnya dibangun lewat proses asset 3D dan generatif berbasis AI yang dikerjakan tim.
Kejutan hadir lewat kemunculan empat personel Agak Laen—Boris Bokir, Bene Dion, Indra Jegel, dan Oki Rengga—yang tampil sebagai formasi brass memainkan terompet, trombon, flugelhorn, dan tuba. Mereka direkam langsung di studio, menjaga pendekatan visual tetap intim dan menahan diri, mengikuti napas lagunya.
Dengan perpaduan aransemen dewasa, produksi presisi, dan sentuhan visual yang tidak biasa, "Ruang di Hatimu" menegaskan posisi Lea Simanjuntak sebagai musisi yang karyanya layak dinantikan, bahkan setelah jeda panjang.