Gubernur Banten Andra Soni berkomitmen memperbaiki akses jalan sepanjang satu kilometer dan mempermudah akses pupuk bersubsidi bagi petani singkong di Desa Sangiangjaya, Kabupaten Lebak. Komitmen itu disampaikan usai panen raya singkong di lahan seluas tujuh hektare yang dikelola warga setempat. Pemprov juga menjamin kepastian pembeli siaga atau offtaker agar hasil panen tidak jatuh harganya.
LEBAK — Gubernur Banten Andra Soni menyatakan perbaikan akses jalan menuju sentra pertanian di Desa Sangiangjaya, Kabupaten Lebak, akan dimulai dari satu kilometer lebih dulu. Sisanya dikerjakan bertahap pada tahun berikutnya.
Komitmen itu muncul setelah Andra menghadiri panen raya singkong di lahan tujuh hektare milik warga. Hasil panen disebut berkualitas super.
"Untuk tahap awal, kami akan perbaiki sepanjang satu kilometer terlebih dahulu. Nanti pada tahun berikutnya akan kami lanjutkan," ujar Gubernur Andra di Lebak, Jumat.
Selain jalan, Pemprov Banten berjanji mempermudah akses pupuk bersubsidi bagi petani singkong di desa tersebut. Kepastian pasar juga disiapkan lewat pembeli siaga atau offtaker dengan harga jual kompetitif.
Andra menilai siklus pertanian warga harus berjalan berkesinambungan agar petani tidak ragu menanam dan merawat tanaman sampai masa panen.
"Demi menjaga agar siklus pertanian tersebut berjalan berkesinambungan, Pemprov juga memberikan kepastian pasar dengan harga yang kompetitif bagi para petani dengan adanya kepastian pembeli siaga atau offtaker serta nilai jual tinggi," kata Gubernur Andra.
Ia mengaku bangga atas inisiatif warga Desa Sangiangjaya yang tetap menjaga asa di tengah keterbatasan. Menurutnya, usaha sungguh-sungguh dan kolaborasi antarpihak bisa meningkatkan taraf hidup mereka.
"Para petani senang karena setelah panen, singkong mereka langsung diangkut oleh truk yang sudah menunggu," ujar Gubernur Andra.
Perbaikan akses jalan menuju sentra pertanian diharapkan tidak hanya mendongkrak perekonomian warga. Andra menyebut akses pendidikan dan kesehatan juga akan ikut terbantu.
Kepala Desa Sangiangjaya, Usep Pahlaludin, mengapresiasi langkah cepat Gubernur Andra dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di desanya.
Usep mengakui warga selama ini kerap membiarkan tanaman singkong tanpa perawatan dan pemupukan maksimal. Penyebabnya kekhawatiran harga jual anjlok dan tidak adanya offtaker.
"Namun, setelah ada komitmen dari Gubernur dan dibuktikan langsung dengan hadirnya offtaker, warga di sini menjadi semakin bersemangat menanam singkong," ungkap Usep.
Anggota Komisi IV DPR RI, Arif Rahman, mengungkapkan dari total sekitar 1.134 hektare lahan di Desa Sangiangjaya, sebagian besar masih berstatus kawasan hutan milik negara.
Ia tengah memperjuangkan agar lahan tersebut bisa dikelola masyarakat melalui program Presiden Prabowo Subianto, yakni Kawasan Hutan dengan Pengelolaan Khusus (KHDPK).
"Saya ingin daerah ini menjadi lahan KHDPK pertama yang ditetapkan oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto," tutur Arif.
Luas lahan yang tersedia dinilai menjadi potensi baru untuk memperkuat ketahanan pangan daerah dan nasional. Ke depan, kawasan ini diproyeksikan menjadi sentra pertanian dan peternakan terintegrasi dengan fasilitas pengolahan.
"Apalagi tadi Bapak Gubernur juga telah berkomitmen untuk membangun aksesibilitas agar kawasan ini menjadi jauh lebih baik," pungkasnya.