TANGERANG — Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang memperkuat perlindungan lingkungan dan kesehatan warga lewat penyusunan Rencana Aksi Daerah Pengurangan dan Penghapusan Merkuri (RAD-PPM). Inventarisasi menyasar dua sektor utama: fasilitas pelayanan kesehatan (faskes) dan kawasan industri.
Langkah awal dijalankan melalui kegiatan sosialisasi RAD-PPM pada 15 dan 17 September 2026. Forum itu dipakai DLH untuk membangun data dasar soal potensi dan sebaran merkuri di Kota Tangerang.
Kepala DLH Kota Tangerang Yudi Pradana menyebut inventarisasi sebagai kunci menentukan langkah pengelolaan merkuri secara tepat. Pendataan diperlukan untuk memetakan sumber, penggunaan, hingga potensi risiko di tiap sektor.
"Melalui inventarisasi yang baik, kita dapat mengetahui potensi dan sebaran merkuri secara lebih jelas. Data tersebut menjadi dasar untuk menentukan langkah pengurangan dan pengelolaan yang tepat," ujar Yudi.
Faskes mendapat perhatian karena sejumlah peralatan atau bahan di dalamnya berpotensi mengandung merkuri. Pada sektor industri, pendataan dilakukan untuk mengetahui potensi penggunaan maupun keberadaan merkuri dalam proses dan kegiatan usaha.
"Fasilitas pelayanan kesehatan menjadi salah satu sektor yang perlu mendapatkan perhatian karena terdapat peralatan atau bahan tertentu yang berpotensi mengandung merkuri. Sementara pada sektor industri, inventarisasi diperlukan untuk mengetahui potensi penggunaan maupun keberadaan merkuri dalam proses dan kegiatan usaha," jelasnya.
DLH Kota Tangerang mendorong pihak terkait ikut menyuplai informasi dalam proses inventarisasi. Kolaborasi antarsektor dinilai penting agar data yang tersusun menggambarkan kondisi sebenarnya, bukan potret sebagian.
Pengurangan merkuri juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangerang menjaga kualitas lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari potensi dampak bahan berbahaya.
"Upaya pengurangan merkuri juga menjadi bagian dari komitmen Pemkot Tangerang dalam menjaga kualitas lingkungan sekaligus melindungi masyarakat dari potensi dampak bahan berbahaya," tutupnya.
RAD-PPM bakal menjadi acuan Pemkot Tangerang dalam menentukan target pengurangan dan penghapusan merkuri di wilayahnya. Hasil inventarisasi dari faskes dan industri akan menentukan seberapa besar risiko paparan yang harus ditangani lebih dulu.