Joe Salisbury Pensiun, 6 Gelar Grand Slam dan Mantan Nomor 1 Dunia

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Kamis, 17 September 2026 | 18:08:31 WIB

BANTEN — Joe Salisbury mengakhiri karier tenis profesionalnya setelah tampil di US Open sebagai turnamen terakhir. Mantan petenis nomor satu dunia ganda putra itu menyelesaikan perjalanan dengan 17 gelar level tur, termasuk enam gelar Grand Slam dan dua trofi ATP Finals.

Petenis ganda putra asal Inggris, Joe Salisbury, memilih US Open sebagai panggung perpisahan. Ia melangkah sampai semifinal bersama pasangan setianya, Rajeev Ram, yang juga memutuskan gantung raket pada turnamen yang sama.

Pemilihan venue itu terasa tepat. Di US Open 2023, Salisbury dan Ram menjadi pasangan pertama dalam sejarah yang meraih tiga gelar ganda putra beruntun di turnamen tersebut.

Gelar Grand Slam dan Rekor yang Ditinggalkan

Salisbury tercatat sebagai petenis ganda putra Inggris tersukses di era Terbuka. Selain tiga gelar US Open, ia menjuarai Australian Open 2020 bersama Ram, lalu menambah dua gelar ganda campuran bersama Desirae Krawczyk.

Dari 17 gelar level tur yang dikumpulkannya, dua di antaranya datang dari ATP Finals 2022 dan 2023. Pencapaian itu menempatkannya di jajaran petenis ganda terbaik generasinya.

Alasan di Balik Keputusan Pensiun

Petenis berusia 34 tahun itu mengaku sudah memikirkan masa depannya sejak lama. Ia menyebut keputusan ini diambil dengan pertimbangan matang.

"Tenis telah menjadi hidup saya selama yang bisa saya ingat dan saya sangat beruntung memiliki semua kesempatan, pengalaman, dan kesuksesan itu," tulis Salisbury di Instagram.

"Bisa berkeliling dunia dan menyebut bermain tenis sebagai pekerjaan saya adalah mimpi yang menjadi kenyataan. Saya tidak pernah percaya bisa menjalani hidup dan karier seperti ini," lanjutnya.

"Saya memberikan segalanya dan tahu saya bisa bangga serta menoleh ke belakang tanpa penyesalan."

Jeda Tiga Bulan dan Pergulatan dengan Kecemasan

Salisbury sempat mengambil jeda tiga bulan pada awal tahun ini. Kepada BBC Sport, ia mengungkap kecemasan yang membayanginya selama mengikuti tur.

Ia menilai kondisi itu tidak terlalu memengaruhi permainannya. Namun, kecemasan tersebut meninggalkan "perasaan takut" yang membuat kehidupan di jalan jauh berkurang kenikmatannya.

Keputusan pensiun pun dinilainya sebagai langkah yang tepat. "Saya sangat senang dengan keputusan ini," ujarnya.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: bbc.co.uk This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top