SERANG — Kereta Petani dan Pedagang yang melayani relasi Merak hingga Rangkasbitung mencatat 43.780 pelanggan selama periode operasional. Data tersebut dihimpun dari lima stasiun pemberhentian di sepanjang lintasan.
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyatakan informasi operasional pada Kamis, 17 September 2026. Menurut Anne, layanan ini memberi pilihan perjalanan terjangkau bagi warga Banten.
"Sejak mulai beroperasi hingga 14 September 2026, Kereta Petani dan Pedagang telah melayani 43.780 pelanggan. Kehadiran layanan ini memberikan pilihan perjalanan yang terjangkau bagi masyarakat untuk mendukung aktivitas harian di wilayah Banten," ujar Anne.
Stasiun Cikeusal mencatat volume pergerakan penumpang tertinggi, yakni 25.265 pelanggan naik dan turun. Angka itu menempatkan Cikeusal di atas empat stasiun lain di lintas Merak–Rangkasbitung.
Stasiun Rangkasbitung berada di posisi kedua dengan 19.644 pelanggan. Selanjutnya Stasiun Serang melayani 12.035 pelanggan, Stasiun Merak 8.065 pelanggan, dan Stasiun Cilegon 7.136 pelanggan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat Cikeusal memiliki aktivitas pada sektor pertanian serta kegiatan ekonomi lokal. Kehadiran kereta memberi alternatif perjalanan terjadwal bagi warga sekitar.
Setiap pengguna jasa kereta ini hanya membayar tarif tiket Rp3.000 untuk satu kali perjalanan. Keterjangkauan tarif dinilai menjadi faktor utama warga memilih moda transportasi tersebut.
Executive Vice President Corporate Secretary KAI Wisnu Pramudya menjelaskan pihaknya mengevaluasi layanan secara berkala. Evaluasi dilakukan untuk menjawab kebutuhan perjalanan masyarakat di lintas Merak sampai Rangkasbitung.
"Tarif yang terjangkau memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk memiliki pilihan perjalanan menggunakan kereta api. KAI terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, dan sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat," kata Wisnu Pramudya.
Stasiun Rangkasbitung berperan sebagai titik simpul perjalanan dengan mobilitas masyarakat yang dinamis di Kabupaten Lebak. Kawasan tersebut mencatat pergerakan perjalanan tinggi dalam operasional kereta ini.
Masyarakat memanfaatkan transportasi publik tersebut untuk perjalanan bekerja serta aktivitas perdagangan. Layanan ini secara berkelanjutan mendukung aktivitas harian warga mulai dari bekerja hingga berdagang.