Pemkot Tangerang Targetkan Liga Santri Wali Kota Cup 2026 Jangkau Ponpes Luar Daerah

Penulis: Aditya Nugraha  •  Sabtu, 19 September 2026 | 15:32:02 WIB

Pemerintah Kota Tangerang menargetkan Liga Santri Wali Kota Cup 2026 memperluas cakupan peserta dengan melibatkan pondok pesantren dari luar daerah pada edisi berikutnya. Kompetisi yang berlangsung 4–18 September 2026 di Stadion Benteng Reborn dan Stadion Mini Cipondoh itu diikuti 32 tim ponpes se-Kota Tangerang. Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menyebut perluasan peserta bakal memperkuat silaturahmi antar-santri, bukan sekadar ajang mengejar kemenangan.

TANGERANG — Liga Santri Wali Kota Cup 2026 yang digelar 4–18 September 2026 di Stadion Benteng Reborn dan Stadion Mini Cipondoh diikuti 32 tim pondok pesantren se-Kota Tangerang. Pemerintah Kota Tangerang menyatakan kompetisi sepak bola antarsantri itu akan dibuka untuk peserta dari luar daerah pada penyelenggaraan berikutnya.

Wakil Wali Kota Tangerang Maryono Hasan menilai perluasan cakupan peserta membuat kompetisi tidak berhenti sebagai turnamen olahraga. Menurut dia, ajang itu sekaligus menjadi ruang mempererat hubungan antar-pesantren.

"Mudah-mudahan ke depan cakupan pesertanya semakin luas, tidak hanya dari pondok pesantren di Kota Tangerang, tetapi juga dari luar daerah. Dengan begitu, kompetisi ini tidak hanya menjadi ajang olahraga, tetapi juga ruang memperluas silaturahmi dan memperkuat persaudaraan antar-santri," kata Maryono di Tangerang, Sabtu.

Ummul Rodhiyah Juara Setelah Menang Tipis 1-0 di Partai Final

Partai final Liga Santri Wali Kota Cup 2026 mempertemukan Pondok Pesantren Ummul Rodhiyah dan Pondok Pesantren Al Kamil. Ummul Rodhiyah keluar sebagai juara setelah menang tipis 1-0.

Pondok Pesantren Ihya Ulumuddin menempati posisi ketiga pada edisi kali ini. Hasil tersebut menjadi penutup rangkaian pertandingan yang berlangsung dua pekan.

Dede Nurahmat, pemain Ponpes Ummul Rodhiyah, menyebut gelar juara kali ini memperbaiki capaian timnya pada edisi sebelumnya. Tahun lalu, Ummul Rodhiyah hanya mampu meraih juara tiga.

"Kami semua senang dan bangga bisa melanjutkan tradisi juara di ajang sepak bola santri paling bergengsi, kami tahun kemarin hanya bisa meraih juara tiga sekarang bisa menjadi kesebelasan terbaik. Semoga tahun depan bisa lebih ramai lagi karena ajang ini penting bagi santri mengembangkan minat dan bakatnya khususnya di cabor sepak bola," kata Dede.

Maryono: Sportivitas Lebih Penting daripada Sekadar Menang dan Kalah

Maryono menegaskan Liga Santri bukan sekadar ajang mengejar kemenangan. Menurut dia, kompetisi ini menjadi ruang bagi santri untuk belajar disiplin, bekerja sama, menghormati lawan, dan menerima hasil dengan sportif.

"Liga Santri ini bukan hanya siapa yang menang dan kalah. Yang lebih penting bagaimana kita membangun sportivitas, kebersamaan, disiplin, dan semangat persaudaraan di antara para santri," ujarnya.

Ia berharap para santri terus mengembangkan potensi di bidang keagamaan, pendidikan, maupun olahraga. Kompetisi ini, kata dia, sebaiknya dijadikan pengalaman untuk terus belajar dan berproses.

"Bagi yang menjadi juara, jangan cepat berpuas diri. Bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati. Yang terpenting adalah pengalaman, persahabatan, dan semangat untuk terus berkembang," ujarnya.

Apresiasi untuk Pembinaan Pesepak Bola Muda Kota Tangerang

Liga Santri Wali Kota Tangerang Cup 2026 mendapat apresiasi dari sejumlah pihak. Kompetisi dinilai berperan besar mewadahi pembinaan potensi pesepak bola muda di Kota Tangerang.

Maryono juga mengapresiasi seluruh pihak yang telah menyukseskan kompetisi tersebut. Penyelenggaraan edisi kali ini menjadi dasar bagi Pemkot Tangerang untuk memperluas jangkauan peserta pada tahun-tahun berikutnya.

Reporter: Aditya Nugraha
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top