BANTEN — SDN Cipayung 02 keluar sebagai juara KU 12 MilkLife Soccer Challenge Jakarta Raya Seri 1 2026-2027 setelah menang 4-2 atas SDN Kebayoran Lama Selatan 19 lewat adu penalti. Sementara di Yogyakarta, SD Muhammadiyah Sapen mempertahankan gelar KU 12 usai mengalahkan SDN Kalasan 1 dengan skor tipis 1-0.
SDN Gedong 03 menutup laga final KU 10 dengan kemenangan meyakinkan 3-0 atas UPTD SDN Mampang 1. Keenar menjadi bintang lewat dua golnya pada menit ke-10 dan 15.
Neha Rayadinata melengkapi pesta gol Gedong pada babak kedua. Kemenangan ini menegaskan dominasi mereka sepanjang turnamen yang diikuti 53 tim di KU 10.
Final KU 12 Jakarta berjalan dramatis. SDN Cipayung 02 sempat unggul lebih dulu lewat Keisha Rizky Ramadani pada menit ketiga, tapi SDN Kebayoran Lama Selatan 19 berbalik memimpin 2-1 melalui Maura Jihan Athifa dan Alesha Kaysha Salsabila.
Gildas Syauqillah menyelamatkan Cipayung dengan gol penyama kedudukan pada menit ke-19. Skor 2-2 bertahan hingga laga berlanjut ke adu penalti.
Di titik putih, empat penendang Cipayung 02 menjalankan tugas dengan sempurna. Kebayoran Lama Selatan 19 hanya mampu mencetak dua gol, sehingga Cipayung menang 4-2 dan memastikan gelar juara.
"Di babak pertama kami agak ragu karena lawannya banyak yang jago. Tapi pelatih meminta kami tetap semangat sampai akhir pertandingan dan akhirnya kami bisa menjadi juara karena kerjasama tim yang terus dilatih selama sekitar dua minggu persiapan," kata Gildas Syauqillah, yang juga menjadi pencetak gol terbanyak MLSC Jakarta Raya Seri 1 2026-2027.
Official Tim SDN Cipayung 02, Khavidah, menyebut keberhasilan ini sesuai target yang dipasang sejak awal. Ia mengapresiasi mental pemain yang mampu bangkit setelah tertinggal dan tetap tenang menghadapi tekanan adu penalti.
"Tim pelatih menginstruksikan jangan menyerah. Kami percaya para penendang penalti yang sudah kami latih sejak awal, mentalnya terbangun dengan sangat baik. Alhamdulillah kami bisa menang dan memenuhi target juara. Saya sangat senang dan bersyukur atas pencapaian tim di turnamen kali ini. Kami selalu ikut MLSC di Jakarta tapi biasanya hanya bisa sampai delapan besar. Tahun ini Alhamdulillah bisa sampai final bahkan jadi juara satu," ucapnya.
Di Yogyakarta, SD Tarakanita Bumijo I menang 3-1 atas SD Muhammadiyah Sapen di final KU 10. Alisya Natalia Bandari memborong seluruh gol Tarakanita pada menit ke-5, 24, dan 29.
Satu-satunya gol Muhammadiyah Sapen dicetak Gendhis Annara Putri Bazuni pada menit ke-13. Kekalahan ini dibayar tuntas Sapen di kategori KU 12.
SD Muhammadiyah Sapen tampil sebagai juara KU 12 setelah mengalahkan SDN Kalasan 1 dengan skor 1-0. Ralin Adiba Fitria Sanjaya menjadi penentu lewat golnya pada menit ke-17.
Gelar ini memastikan Sapen mempertahankan posisi juara KU 12 di Yogyakarta. Turnamen diikuti 1.294 atlet dari 76 SD dan MI, dengan 40 tim bertanding di KU 10 dan 83 tim di KU 12 di Lapangan Sidomoyo serta Stadion Tridadi, Sleman.
MLSC Jakarta Raya mencatat 1.928 atlet dari 111 SD dan MI. Sebanyak 53 tim turun di KU 10 dan 123 tim di KU 12 di Lapangan Brigif 1 dan Kingkong Soccer Arena, Jakarta Timur.
Program Manager MilkLife Soccer Challenge, Welly Arisanto, menilai penyelenggaraan MLSC di Jakarta dan Yogyakarta kembali menunjukkan tingginya minat terhadap sepak bola putri usia dini. Kemunculan tim-tim baru sebagai juara serta dukungan orang tua dinilainya sebagai tanda ekosistem sepak bola putri berkembang ke arah positif.