BANTEN — Harga emas spot melemah 0,26 persen menjadi USD4.160,78 per troy ons pada Selasa (13/10/2026), tersendat saat investor menanti rilis data inflasi Amerika Serikat dan pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh pekan ini. Pasar memilih menahan posisi sebelum membaca arah kebijakan suku bunga bank sentral AS berikutnya.
Penurunan tipis harga emas mencerminkan sikap hati-hati pelaku pasar menjelang dua laporan inflasi yang dianggap menentukan arah The Fed. Data Consumer Price Index (CPI) dijadwalkan rilis Rabu, disusul Producer Price Index (PPI) pada Kamis.
Senior Market Strategist StoneX, Bob Haberkorn, menyebut pasar sedang dalam mode tunggu. "Kami memiliki sejumlah data inflasi yang akan dirilis pekan ini. Jadi, pasar cenderung menunggu untuk melihat bagaimana data tersebut berdampak," kata Haberkorn, seperti dikutip Reuters.
Investor menempatkan CPI dan PPI sebagai dua agenda utama pekan ini. CPI mengukur inflasi dari sisi konsumen, sementara PPI menangkap tekanan harga di level produsen yang kerap menjadi sinyal awal pergerakan inflasi konsumen.
Kedua data itu menjadi penting karena muncul tepat sebelum pertemuan kebijakan suku bunga The Fed berikutnya. Pasar biasanya membaca kombinasi CPI dan PPI untuk memperkirakan apakah bank sentral AS akan menahan atau menurunkan suku bunga.
Ketua The Fed Kevin Warsh dijadwalkan menyampaikan pidato pada Kamis. Menurut Haberkorn, pidato itu menjadi pernyataan terakhir Warsh sebelum pertemuan kebijakan suku bunga berikutnya.
Pernyataan pejabat The Fed kerap menggerakkan harga emas karena pasar menafsirkan nada hawkish atau dovish dari setiap kalimat. Nada yang cenderung menahan suku bunga tinggi umumnya menekan emas, sementara sinyal pelonggaran justru mengangkat harga logam mulia.
Haberkorn memperkirakan volume perdagangan emas menipis menjelang agenda Rabu dan Kamis. Pelaku pasar cenderung mengurangi posisi baru dan menunggu konfirmasi dari data resmi.
Pergerakan terbatas itu terlihat dari penurunan tipis 0,26 persen pada sesi Selasa. Angka itu jauh lebih kecil dibandingkan fluktuasi yang biasanya terjadi saat pasar bereaksi terhadap kejutan data ekonomi.
Bagi investor dalam negeri, arah harga emas global pekan ini akan tercermin pada pergerakan harga emas Antam dan emas digital di pasar lokal. Pelemahan dolar AS biasanya menjadi katalis positif bagi harga emas dalam rupiah.
Sebaliknya, jika data inflasi AS lebih panas dari perkiraan dan Warsh memberi sinyal suku bunga bertahan tinggi, tekanan jual pada emas berpotensi berlanjut. Investor emas jangka pendek perlu mencermati rilis CPI Rabu dan PPI Kamis sebelum mengambil posisi.
Emas masih menjadi aset lindung nilai yang dicari ketika ketidakpastian kebijakan moneter meningkat. Namun dalam fase tunggu seperti sekarang, pergerakan harganya cenderung terbatas dan bergantung penuh pada dua data inflasi serta pidato Ketua The Fed.