BANTEN — FromSoftware akhirnya membuka tabir gameplay The Duskbloods menjelang network test yang dijadwalkan pekan depan. Video panjang dari kreator Soulsborne senior VaatiVidya dan Oroboro, plus wawancara eksklusif Hidetaka Miyazaki dengan IGN dan Automaton, mengonfirmasi bahwa game Switch 2 ini bukan sekadar spin-off biasa.
Struktur dasarnya mengambil fondasi dari Elden Ring Nightreign: sesi instanced berbasis ronde dengan timer yang terus berjalan. Semakin lama sesi berlangsung, tingkat kesulitan dan taruhan yang dipertaruhkan ikut naik. Pemain memilih karakter dengan kemampuan dan gaya bermain yang sudah ditentukan sejak awal.
Virtue Jadi Kunci Kelolosan di Setiap Ronde
Berbeda dari Nightreign yang fokus survival kooperatif, The Duskbloods mendorong kompetisi antar pemain dalam satu lobby. Alih-alih memburu pemain lain seperti di Tarkov atau Marathon, tujuan utamanya adalah menyelesaikan objektif PvE lebih banyak daripada lawan.
Setiap objektif yang berhasil diselesaikan menaikkan skor Virtue. Di akhir setiap ronde, pemain dengan skor tertinggi yang bertahan ke ronde berikutnya. Sistem ini menciptakan tekanan berbeda: kamu harus efisien menyelesaikan misi sambil memantau progres pemain lain.
VaatiVidya mengungkapkan ada opsi yang bisa dibuka untuk mengubah final battle menjadi pertarungan bos kooperatif ala Nightlords di Nightreign. Sebaliknya, tersedia juga item khusus yang menaikkan fokus PvP dengan memberi Virtue ekstra untuk setiap kill terhadap pemain lain.
Desain Level yang Mengingatkan pada Bloodborne
Dari segi visual, The Duskbloods jelas mengambil banyak inspirasi dari Bloodborne. Musuh bertudung mirip Church Giants, peta yang ditampilkan mengingatkan pada Yharnam dengan jam menara ikoniknya, dan arena bos di atap katedral punya kemiripan kuat dengan pertarungan Martyr Logarius.
Senjata gergaji berputar khas Bloodborne dan Elden Ring juga terlihat di footage. Interior katedral yang ditampilkan bahkan mengingatkan pada Upper Cathedral Ward. Penggemar yang sudah bertahun-tahun menanti sekuel Bloodborne mungkin akan merasa ini adalah pengganti spiritual yang layak.
Densitas Vertikal ala Shadow of the Erdtree
Peta yang sudah diperlihatkan mengadopsi desain vertikal padat ala Land of Shadow dari Shadow of the Erdtree, bukan hamparan luas seperti Limgrave. Pendekatan ini dianggap banyak pihak sebagai level design terbaik yang pernah dibuat FromSoftware sejauh ini.
Sayangnya, Nightreign sempat mengecewakan di area serupa karena batasan waktu yang terlalu ketat. The Duskbloods punya peluang memperbaiki kelemahan itu dengan ritme permainan yang lebih terukur. Network test akan menjadi ujian pertama apakah formula ini benar-benar berfungsi.
Dukungan Multiplayer dan Masa Depan di PC
Kekhawatiran terbesar komunitas adalah rekam jejak FromSoftware dalam hal support dan balancing multiplayer. Nightreign dianggap mati hanya setahun setelah rilis, dan The Duskbloods berpotensi mengalami nasib serupa jika tidak ada pembaruan konsisten.
Status eksklusif Switch 2 juga masih menjadi perdebatan. Banyak penggemar berharap versi PC segera diumumkan, mengingat Bloodborne sendiri tidak pernah mendapat port yang layak. Kekhawatiran The Duskbloods mengikuti nasib yang sama jelas beralasan.
Network test pekan depan akan menjadi indikator awal kualitas game ini. Yang jelas, para penggemar Soulsborne di Indonesia yang kebetulan memiliki Switch 2 patut mencoba, sementara pemain PC bisa berharap ada kabar baik dalam waktu dekat.