Serang — Gubernur Andra Soni menyoroti potensi agrikultur dan pangan sebagai sektor strategis bagi pengusaha muda Banten saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) BPD HIPMI Banten Tahun 2026 di Aula Horison Ultima Ratu, Kamis (7/5/2026). Data Badan Pusat Statistik menunjukkan lapangan usaha pertanian, kehutanan, dan perikanan meraih pertumbuhan tertinggi di antara sektor lainnya dalam kuartal pertama tahun ini.
"Salah satu peluang saat ini yang menarik dan berpotensi di Provinsi Banten adalah terkait agrikultur. Potensi-potensi besar ini dapat dimanfaatkan oleh pengusaha muda, terutama dengan kedekatan dengan Jakarta. Penanaman modal dalam negeri juga tinggi di Banten," kata Andra Soni dalam kesempatan tersebut.
Gubernur juga menekankan dukungan terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) nasional sebagai peluang ekspansi bagi pengusaha muda di sektor pertanian dan pangan. "Program MBG ini bisa kita dukung bersama, karena 85 persen biaya di MBG itu larinya ke pertanian dan kebutuhan pangan. Jadi silakan teman-teman memanfaatkan program ini sebaik-baiknya dengan cara membangun ekosistem usaha yang baik," ujarnya.
Rakerda 2026 yang mengusung tema "Kolaborasi dan Aksi Pengusaha Muda Banten untuk Indonesia Raya" dirangkaikan dengan Pendidikan dan Pelatihan Daerah (Diklatda) serta Forum Bisnis Daerah (Forbisda). Ketiga agenda ini dirancang untuk memperkuat kaderisasi dan meningkatkan kapasitas pengusaha muda di level organisasi HIPMI Banten.
Ketua Umum BPD HIPMI Banten Rifky Hermansyah mengatakan kegiatan hari itu merupakan agenda wajib organisasi dalam rangka peningkatan kapasitas anggota. "Rakerda adalah konsolidasi organisasi, Diklatda sebagai jenjang pengkaderan, dan Forbisda yang menjadi ruang berbagi peluang usaha serta memperkuat jejaring bisnis antar anggota," jelasnya.
Pertumbuhan ekonomi Banten sebesar 5,64 persen year-on-year pada triwulan pertama 2026 dinilai mencerminkan efektivitas stimulus yang dijalankan Pemerintah Provinsi. Rifky melihat pencapaian ini sebagai fondasi untuk ekspansi lebih lanjut, khususnya di sektor pangan dan hortikultura yang kini menjadi fokus utama HIPMI.
"Sekarang jangan lagi hanya bicara sektor usaha konvensional, tapi juga sektor pangan dan hortikultura karena kebutuhan dan supply-demand-nya luar biasa," ungkapnya.
Ketua Panitia Faizal Hermiansyah menekankan bahwa rangkaian kegiatan Rakerda tidak hanya fokus pada konsolidasi organisasi, tetapi juga peningkatan kapasitas melalui edukasi praktis dan forum bisnis interaktif. "Kami memberikan edukasi bagi pengusaha muda agar lebih meningkat. Forbisda juga menghadirkan sejumlah narasumber nasional untuk memberikan saran, masukan, dan edukasi bagi para pengusaha muda Banten," katanya.