PANDEGLANG — Rombongan yang dipimpin Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi R, Wakasad Letjen Muhammad Saleh Mustafa, dan Pangdam III/Siliwangi Mayjen TNI Kosasih menyusuri tanah merah proyek markas Yonif Badak Sakti. Di sela inspeksi, mereka singgah ke Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) yang sudah beroperasi di sekitar lokasi.
Koperasi itu dirancang TNI sebagai wadah gotong royong modern untuk membebaskan petani dan pedagang kecil dari jerat kemiskinan lokal. Di sinilah denyut niat TNI untuk hadir di tengah rakyat terasa paling nyata.
“Negara ini tidak akan pernah kuat kalau rakyatnya masih kesusahan. Tugas kami menjaga mereka, baik dari ancaman luar maupun dari ancaman lapar,” bisik seorang perwira kepada wartawan di lokasi.
Tak hanya meninjau koperasi, para jenderal itu juga menyaksikan langsung prajurit yang tengah membangun jalan beton melalui program Karya Bakti. Jalan itu bukan sekadar infrastruktur fisik.
Ruas tersebut diharapkan menjadi “jalur sutra” baru yang mengantarkan anak-anak Pandeglang ke sekolah dengan sepatu tetap bersih. Bagi petani, jalan ini mempercepat distribusi hasil bumi ke pasar.
Kunjungan ini menyuarakan satu narasi besar: TNI sedang memperagakan integrasi total antara membangun pertahanan, menghidupkan ekonomi, dan membentangkan konektivitas. Pertahanan sebuah negara tidak melulu soal moncong senapan atau tebalnya dinding benteng.
Di Pandeglang, TNI menunjukkan wajah humanis. Kedaulatan tertinggi sebuah bangsa, menurut mereka, justru bermula dari ketahanan dapur dan senyum di wajah rakyatnya.
Apa yang terjadi di Pandeglang adalah bukti bahwa raga TNI boleh berada di barak militer, namun hati dan pengabdian mereka sepenuhnya tertanam di rumah-rumah rakyat.