BANTEN — Presiden Nissan, Ivan Espinosa, mengonfirmasi bahwa sistem anyar ini sudah tervalidasi lewat proyek Skyline generasi terbaru yang akan meluncur pada musim dingin 2026. Targetnya, 90 persen proyek kendaraan pada tahun fiskal 2026 sudah menggunakan alur kerja baru ini. Efisiensi ekstrem ini bukan sekadar wacana; Nissan N7, mobil listrik murni yang dirilis April 2025, membuktikan metode ini bisa berjalan hanya dalam waktu dua tahun.
Transformasi ini tidak terjadi di ruang hampa. Nissan mengakui banyak menyerap pendekatan dari pengalaman operasionalnya di China, pasar yang terkenal dengan siklus pengembangan kendaraan yang sangat cepat. Lewat kerja sama dengan Dongfeng Motor, Nissan mendapat akses ke teknologi dan metode pengembangan yang lebih fleksibel.
Nissan N7 menjadi bukti nyata bahwa pendekatan kolaboratif ini efektif. Mobil listrik itu dikembangkan dalam waktu sekitar dua tahun, jauh lebih singkat dibandingkan siklus konvensional yang biasanya memakan waktu lebih dari empat tahun. Keberhasilan ini kemudian menjadi cetak biru untuk diterapkan pada proyek global lainnya.
Untuk mencapai pemangkasan waktu hingga 50 persen, Nissan mengintegrasikan AI ke dalam empat area kunci. Pertama, di tahap desain, AI secara otomatis menghasilkan berbagai proposal sekaligus mengoptimalkan aerodinamika dan estetika. Tim desain bisa mengevaluasi banyak alternatif tanpa harus bolak-balik