SERANG — Gelombang unjuk rasa buruh kembali memadati pusat pemerintahan Banten. Ribuan pekerja dari berbagai aliansi melakukan longmarch dan konvoi kendaraan roda dua menuju KP3B, Kota Serang, pada Kamis (18/6/2026). Akibatnya, arus lalu lintas di jalur protokol menuju kantor gubernur lumpuh total sejak wilayah Ciruas.
Dalam orasinya, para demonstran menyuarakan tiga poin utama. Pertama, mereka mendesak Pemerintah Provinsi Banten memberikan kepastian hukum yang adil bagi pekerja lokal. Kedua, aliansi buruh meminta peninjauan kembali formulasi upah demi menjaga daya beli di tengah kenaikan harga kebutuhan pokok. Ketiga, penolakan keras terhadap fluktuasi harga BBM yang dinilai kian memberatkan ongkos produksi dan transportasi harian.
Sekretaris PT Egel Nes Indonesia sekaligus perwakilan elemen aksi, Dedi Kurniawan, menegaskan bahwa pergerakan hari ini merupakan komitmen awal aliansi buruh Banten. Ia mendesak Penjabat (Pj) Gubernur Banten memberikan jawaban nyata pada hari yang sama.
"Aksi hari ini murni digerakkan oleh aliansi buruh demi menuntut kejelasan regulasi ketenagakerjaan dan harga BBM. Kami berharap ada jawaban nyata dari pemerintah hari ini juga," ujar Dedi Kurniawan kepada awak media di lokasi.
Dedi memperingatkan bahwa eskalasi massa sangat mungkin meluas dalam beberapa hari ke depan jika pemerintah bersikap acuh. Ia juga menyebutkan adanya potensi bergabungnya elemen mahasiswa dari berbagai universitas di Banten dalam gelombang unjuk rasa berikutnya.
Pihak kepolisian dari Polres Serang Kota bersama Satpol PP Banten telah menyiagakan personel di gerbang utama KP3B. Petugas memberlakukan rekayasa lalu lintas untuk mengurai kemacetan panjang yang mengular dari Ciruas hingga kawasan protokol Kota Serang. Hingga sore hari, aksi berlangsung dalam kawalan ketat dan kondusif sembari menunggu perwakilan massa diterima oleh Pemprov Banten.