Mantan Wali Kota Serang Syafrudin Meninggal Mendadak Usai Batuk Darah, Sempat Ngobrol dengan Tetangga Malam Hari

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Selasa, 23 Juni 2026 | 13:20:32 WIB
Mantan Wali Kota Serang H. Syafrudin meninggal dunia secara mendadak di kediamannya pada Selasa pagi.

SERANG — H. Syafrudin, mantan Wali Kota Serang yang memimpin periode 2018–2023, meninggal dunia di rumahnya pada Selasa (23/6/2026) pagi. Kabar duka ini mengejutkan warga dan kerabat dekat, mengingat almarhum masih terlihat sehat pada malam sebelumnya.

Kondisi Sehat Saat Malam, Drop Usai Subuh

Menurut keterangan keluarga, Syafrudin baru kembali ke rumah dua hari sebelum meninggal untuk menjalani masa pemulihan. Selama beberapa waktu terakhir, kondisi kesehatannya memang dalam pengawasan tim medis.

"Semalam beliau kelihatan baik-baik saja dan ngobrol seperti biasanya di rumah," ujar Reynaldi, anggota keluarga almarhum, di rumah duka.

Namun, menjelang waktu usai salat Subuh, kondisi kesehatan Syafrudin mendadak menurun drastis. Keluarga menyebut almarhum mengalami batuk hebat yang disertai keluarnya darah hingga kondisinya semakin melemah.

"Beliau sempat batuk disertai darah sampai kemudian kondisinya drop," kata Reynaldi.

Proses Pemakaman di Sumur Pecung

Kondisi tersebut berlangsung cepat. Syafrudin akhirnya mengembuskan napas terakhir di kediamannya, didampingi keluarga. Pihak keluarga telah menetapkan lokasi pemakaman almarhum di kawasan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Kota Serang.

Sejak pagi, rumah duka di Jalan Raya Serang dipadati kerabat, tokoh masyarakat, pejabat daerah, dan warga yang datang untuk menyampaikan belasungkawa. Kepergian Syafrudin meninggalkan duka mendalam bagi masyarakat Kota Serang.

Sosok yang Dekat dengan Warga

Selama memimpin Kota Serang, Syafrudin dikenal sebagai sosok yang dekat dengan masyarakat dan aktif terlibat dalam berbagai kegiatan sosial maupun pemerintahan. Keluarga dan masyarakat berharap almarhum mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan menghadapi kehilangan tersebut.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: ekbisbanten.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top