KOTA TANGERANG — BNN Kota Tangerang memulai rangkaian peringatan HANI 2026 dengan aksi donor darah yang melibatkan seluruh personel di gedung PMI setempat, Rabu (24/6/2026). Kegiatan ini digabungkan dengan kampanye gaya hidup sehat sekaligus penguatan deteksi dini penyalahgunaan narkoba di lingkungan kerja.
“Kami mengajak masyarakat untuk pola hidup sehat salah satunya melalui donor darah,” ujar Kombes Pol. Vivick Tjangkung.
Di tengah keterbatasan anggaran operasional penindakan, BNN Kota Tangerang tetap menunjukkan hasil di lapangan. Sekitar dua bulan lalu, petugas mengamankan barang bukti kurang lebih 3 kilogram ganja di Kecamatan Benda dan 20 gram sabu di kawasan Tanah Tinggi.
“Penemuan di Tanah Tinggi ini menjadi warning keras bagi kita semua. Edukasi dan kolaborasi dengan masyarakat tidak boleh putus,” tegas Vivick. Ia meminta warga melaporkan indikasi peredaran narkoba ke BNN Kota Tangerang.
Vivick menjelaskan, tema yang diusung tahun ini adalah “Membangun Generasi Sehat, Cerdas, dan Kuat Melalui Gerakan Ananda Bersinar Menuju Indonesia Emas”. Selain donor darah, BNN juga menggencarkan program ‘Jalan-Jalan’ dan ‘Kepala BNN Menyapa’ untuk menjangkau masyarakat secara langsung.
Bagi warga yang sudah terjerumus, BNN mengingatkan tersedianya layanan rehabilitasi untuk memulihkan dan mengembalikan produktivitas mereka.
Vivick tidak menampik tantangan besar dalam pemberantasan narkoba di wilayahnya. Secara nasional, prevalensi penyalahgunaan narkoba menyentuh 2,1 persen atau sekitar 4 juta jiwa. Meski riset spesifik untuk Kota Tangerang masih memerlukan kajian lebih lanjut, potensi kerawanan tetap menjadi atensi penuh.
Keterbatasan anggaran operasional juga diakui menjadi kendala agar penegakan hukum bisa berjalan lebih maksimal. Meski begitu, BNN mengapresiasi dukungan dana hibah dari Wali Kota Tangerang yang membuat rangkaian HANI tahun ini dapat terlaksana.
Puncak peringatan HANI Kota Tangerang dijadwalkan pada 9 Juli 2026. Acara akan dikemas dalam bentuk pagelaran seni yang diselingi momen hening untuk merefleksikan penderitaan penyalahguna narkoba.
“Kami ingin mengajak masyarakat me-review dan melihat kembali betapa miris dan menderitanya kehidupan seorang penyalahguna narkoba. Lewat momen keheningan ini, diharapkan muncul kesadaran bersama untuk menjaga keluarga kita,” pungkas Vivick.