TANGERANG — Ketua DPRD Kota Tangerang Rusdi meminta Disnaker segera menyesuaikan materi pelatihan di Balai Latihan Kerja (BLK) dengan kebutuhan pasar. Ia menilai selama ini program pelatihan belum sepenuhnya menjawab permintaan sektor usaha yang terus bertumbuh.
"Sektor rumah makan, perhotelan, dan teknologi informasi terus berkembang. Pelatihan pada sektor tersebut harus menjadi fokus Disnaker agar ketika ada permintaan, penyaluran dapat segera dilakukan," kata Rusdi di Tangerang, Kamis.
Data terbaru menunjukkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) Kota Tangerang turun dari 5,92 persen pada 2024 menjadi 5,88 persen pada 2025. Meski menurun, Rusdi menilai angka itu masih perlu ditekan lebih dalam melalui perluasan akses kerja.
Ia mendorong pencari kerja untuk memanfaatkan Job Fair Kota Tangerang yang tahun ini menyediakan sekitar 15.000 lowongan kerja dari berbagai perusahaan.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Tangerang Ujang Hendra merinci, program unggulan Gampang Kerja sepanjang 2025 telah menyerap 430 calon tenaga kerja profesional untuk mengikuti pelatihan di 11 perusahaan mitra. Program ini dirancang sebagai jembatan antara kompetensi peserta dengan kebutuhan spesifik industri.
Selain itu, melalui Job Fair, Pemkot Tangerang berhasil menyerap 2.034 pencari kerja. Sementara itu, 116 Bursa Kerja Khusus (BKK) di sekolah dan kampus setempat telah menyalurkan 6.206 pencari kerja ke dunia usaha.
Ujang menjelaskan, pelatihan melalui Balai Latihan Kerja saat ini mencakup tiga sektor utama: teknologi informasi, bisnis, dan pariwisata. Tiga sektor ini dipilih karena memiliki tingkat permintaan tenaga kerja tertinggi di Kota Tangerang.
"Kami terus memetakan kebutuhan pasar agar lulusan BLK langsung terserap. Kolaborasi dengan perusahaan mitra menjadi kunci utama," ujar Ujang.
Rusdi menambahkan, penurunan angka pengangguran akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat dan pendapatan asli daerah (PAD). "Jika angka pengangguran di Kota Tangerang berkurang, ekonomi dan daya beli masyarakat pasti meningkat," tegasnya.
DPRD mendorong agar program Gampang Kerja dan Job Fair terus diperluas jangkauannya, termasuk menyasar lulusan SMK dan perguruan tinggi yang selama ini kesulitan mendapatkan pekerjaan sesuai bidangnya.