Ribuan Warga Padati Alun-Alun Cilegon di Muharram Culture Fest 2026, Ritual Sembilan Mata Air Jadi Simbol Persatuan

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Jumat, 26 Juni 2026 | 16:08:01 WIB
Ribuan warga memadati Alun-Alun Cilegon untuk menyaksikan pembukaan Muharram Culture Fest 2026.

CILEGON — Wakil Wali Kota Cilegon Fajar Hadi Prabowo menegaskan bahwa pelestarian budaya merupakan harga mati yang harus diperjuangkan bersama. Pernyataan itu disampaikannya saat membuka Muharram Culture Fest (MCF) 2026 di Alun-Alun Kota Cilegon, Kamis (25/6).

Apa Makna Tema 'Tirta Nawasanga'?

MCF 2026 mengusung tema "Tirta Nawasanga". Ketua Dewan Kebudayaan Kota Cilegon, Ayatullah Khumaeni, menjelaskan bahwa tema ini merepresentasikan sembilan mata air kehidupan sekaligus sembilan nilai kebajikan.

"Ini bukan sekadar festival, tetapi gerakan kebudayaan untuk merawat ingatan, memperkuat identitas, dan menjaga warisan leluhur agar tetap hidup di masa depan," ujar Ayatullah.

Rangkaian Acara dan Dampak bagi Warga

Prosesi pembukaan diawali dengan ritual Ruwat Jagad Muharram dan penyatuan air dari sembilan sumber mata air bersejarah. Acara ini menjadi simbol persatuan, kehidupan, dan kesucian masyarakat Kota Cilegon.

Rangkaian kegiatan MCF 2026 berlangsung selama dua hari. Panitia menyiapkan berbagai agenda, antara lain:

  • Santunan anak yatim
  • Pawai Obor Muharram
  • Paseban Budaya
  • Nobar Golok Pusaka
  • Pertunjukan seni tradisi
  • Pameran budaya
  • Aktivitas komunitas kreatif

Mengapa Festival Ini Penting bagi Warga Cilegon?

Wakil Wali Kota Fajar Hadi Prabowo menekankan bahwa Muharram Culture Fest bukan sekadar agenda budaya tahunan. Menurutnya, festival ini menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan dan solidaritas masyarakat di tengah derasnya arus modernisasi.

"Warisan budaya adalah identitas kita. Menjaganya adalah harga mati yang harus terus kita perjuangkan," tegas Fajar dalam sambutannya.

Ia menambahkan, "Festival ini bukan hanya perayaan budaya dan spiritualitas, tetapi juga momentum untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat persatuan."

Apa yang Perlu Diketahui Warga tentang MCF 2026?

Festival yang memadukan nilai spiritual, tradisi, dan kebudayaan ini digelar di Alun-Alun Kota Cilegon. Ribuan warga telah memadati lokasi sejak pagi hari untuk menyaksikan pembukaan dan mengikuti berbagai kegiatan yang disiapkan panitia.

Ayatullah Khumaeni menambahkan bahwa sembilan mata air yang digunakan dalam ritual tersebut merupakan sumber peradaban yang telah menghidupi Cilegon sejak masa lampau. Festival ini diharapkan menjadi pengingat bagi generasi muda akan kekayaan budaya lokal.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top