Polisi Tangkap Penganiaya Caddy Golf di Tangerang, Pelaku Bukan Pejabat Melainkan Pengusaha Mobil Bekas

Penulis: Endra Sanjaya  •  Sabtu, 27 Juni 2026 | 14:50:01 WIB
Polisi menangkap FP, pengusaha mobil bekas, terkait penganiayaan caddy golf di Tangerang.

TANGERANG — Polres Metro Tangerang Kota menangkap FP di kediamannya di Kecamatan Kemiling, Kota Bandar Lampung, pada Jumat (26/6) pagi. Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Raden Muhammad Jauhari, membantah kabar yang menyebut pelaku adalah seorang pejabat.

"(Pelaku) bukan pejabat, wiraswasta biasa," kata Jauhari, Sabtu (27/6).

Keseharian Pelaku: Jual Mobil Bekas Lintas Pulau

FP diketahui berprofesi sebagai pengusaha mobil bekas. Ia biasa mencari unit mobil second di Jakarta untuk kemudian dijual kembali ke daerah Lampung dan Sumatera. Polisi menyebut tidak ada hubungan khusus antara pekerjaan pelaku dengan aksi kekerasan yang terjadi di lapangan golf tersebut.

Tim Satreskrim Polres Metro Tangerang Kota yang dipimpin Kasat Reskrim AKBP Parikhesit bergerak cepat menangkap FP setelah video penganiayaan viral di media sosial. Saat ini FP telah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 466 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara.

Pemicu: Ucapan 'Terima Kasih Adikku Sayang' ke Marshall

Hasil pemeriksaan sementara mengungkap bahwa penganiayaan dipicu oleh percekcokan kecil. Korban, yang merupakan caddy golf dan kerap melayani FP saat bermain, mendengar pelaku mengucapkan kalimat 'terima kasih adikku sayang' kepada seorang marshall.

Ucapan tersebut membuat korban tersulut emosi. Adu mulut tak terhindarkan saat keduanya berada di dalam golf car, hingga akhirnya berujung pada aksi fisik.

Kronologi: Dari Golf Car hingga Terseret ke Aspal

Peristiwa terjadi pada Selasa (23/6) sekitar pukul 19.51 WIB. Dalam rekaman CCTV yang beredar, terlihat korban dan pelaku sempat terlibat cekcok di atas golf car. Pelaku kemudian menjambak rambut korban hingga korban terjatuh dari kendaraan.

Korban terus dianiaya di lokasi kejadian. Akibatnya, korban mengalami luka-luka di beberapa bagian tubuh. Polisi masih mendalami motif lebih lanjut dan kemungkinan adanya provokasi dari kedua belah pihak sebelum peristiwa terjadi.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: cnnindonesia.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top