BANTEN — Tim redaksi berkesempatan menjajal GV60 Magma di jalanan sekitar Seoul, Korea. Meski perjalanan singkat dan dibayangi banyak kamera radar, mobil ini sempat diuji di beberapa tikungan tajam. Hasilnya, karakter setir dan kenyamanan berkendara terasa lebih dewasa dibanding saudara setimnya dari Hyundai.
Secara teknis, GV60 Magma berbagi platform dengan Ioniq 5 dan Kia EV6. Dua motor listriknya menghasilkan tenaga puncak 641 hp dalam mode Boost, sama seperti Ioniq 5 N. Namun, Genesis memberikan waktu 15 detik untuk tenaga puncak, lima detik lebih panjang dari Hyundai.
Perbedaan mendasar ada pada simulasi suara mesin. GV60 Magma meniru karakter V-6 9000 rpm, sementara Ioniq 5 N menyuarakan inline-four 7750 rpm. Sistem Virtual Gear Shift (VGS) juga tersedia dalam tiga mode khusus Magma: Sprint, GT, dan My mode. Saat diaktifkan, kluster instrumen berubah menjadi speedometer dan tachometer konvensional, lengkap dengan efek putaran mesin yang terasa seperti mobil bermesin cammed era 1960-an.
Bobot mobil mencapai 4.900 pon atau sekitar 2.222 kg, namun karakter handling-nya tetap terasa kompos. Saat keluar tikungan dengan pedal gas penuh, traksi terjaga berkat limited-slip diff elektronik di belakang dan torque vectoring berbasis rem. Ban Pirelli P Zero Elect ukuran 275/35ZR-21 ikut membantu daya cengkeram.
Genesis menyebut ada kemungkinan setelan sasis untuk pasar Amerika Serikat akan lebih kaku. Namun tim penguji menilai setelan standar yang dirasakan sudah pas, tidak terlalu keras namun tetap presisi. Kabin juga tidak diganggu dengung ban yang mengganggu meski menggunakan ban lebar.
Salah satu fitur paling menarik adalah kemampuan VGS mereplikasi seluruh pengalaman mesin bensin: suara knalpot, jeda perpindahan gigi, bahkan hesitation saat kick-down untuk mendahului. Volume suara bisa diatur baik di dalam maupun luar kabin. Saat VGS tidak aktif, motor listrik tetap menghasilkan suara buatan yang dipancarkan melalui 17 speaker Bang & Olufsen.
GV60 Magma juga dilengkapi rem depan 15,7 inci dengan kaliper empat piston dan rem belakang 14,2 inci dengan kaliper floating satu piston. Genesis menargetkan waktu seperempat mil lebih cepat dari Ioniq 5 N yang tercatat 11,1 detik, berkat durasi Boost Mode yang lebih panjang.
Magma akan menjadi lini performa Genesis, setara dengan R milik Volkswagen atau M dari BMW. Setelah GV60, model G80 dan GV80 direncanakan mendapat perlakuan serupa. Genesis juga mengonfirmasi pengembangan supercar mesin tengah tahun depan dan tim balap Genesis Magma Racing yang baru saja turun di Le Mans.
Belum ada informasi mengenai harga resmi dan ketersediaan untuk pasar global. Namun dengan positioning sebagai mobil listrik performa tinggi berbalut kemewahan, GV60 Magma jelas menyasar segmen yang berbeda dari Ioniq 5 N yang lebih sporty dan agresif.