Wagub Banten Dorong Sinergi Riset dan Teknologi untuk Perkuat Ketahanan Pangan Desa Hadapi Perubahan Iklim

Penulis: Endra Sanjaya  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 12:28:01 WIB
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mendorong sinergi riset dan teknologi untuk ketahanan pangan desa.

SERANG — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah meminta Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) bersama Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) segera menginventarisasi potensi dan kearifan lokal desa-desa di Banten. Langkah itu dinilai krusial untuk memperkuat ketahanan pangan di tengah cuaca ekstrem yang kian tidak menentu.

“Saya berharap Kementerian Desa dengan BRIN menginventarisasi potensi-potensi desa dan juga kearifan lokal desa. Sehingga apa yang ada di desa, apalagi dalam menghadapi situasi perubahan iklim yang tidak menentu, kita berharap ketahanan pangan di desa-desa ini tumbuh,” ujar Dimyati di sela-sela acara di Swiss-Belinn Modern Cikande, Selasa.

Program SEHATI Jadi Fondasi Pembangunan Desa

Dimyati mengapresiasi Program SEHATI (Swasembada Ekonomi Hijau dan Ketahanan Pangan Terintegrasi) yang digagas Kemendes PDT. Menurutnya, pembangunan desa harus dikerjakan secara kolaboratif dengan mengoptimalkan seluruh potensi yang dimiliki, bukan kerja sendiri-sendiri.

“Kemendes punya program SEHATI, di mana pembangunan desa itu memang harus sama-sama dan juga menginventarisasi potensi yang ada,” ungkapnya.

Ia menambahkan, kemajuan desa akan menjadi fondasi bagi kemajuan Indonesia. Sebab, sebagian besar komoditas pangan yang dikonsumsi masyarakat berasal dari desa. “Kalau desanya tumbuh, hidup, maju, dan mandiri, maka dengan sendirinya akan maju Indonesia ini,” imbuh Dimyati.

BRIN Diminta Hadirkan Teknologi Tepat Guna untuk Petani

Dimyati juga secara khusus meminta BRIN dan kementerian terkait untuk mendampingi pemerintah desa melalui pengembangan inovasi dan teknologi baru. Ia menilai, teknologi tepat guna sangat dibutuhkan agar desa bisa lebih bersih, aman, dan maju.

“Kami meminta kepada Kementerian dan BRIN, tolong bantu juga apa yang harus digagas, apa yang harus dilakukan, termasuk inovasi-inovasi atau teknologi-teknologi baru yang diharapkan desa itu bersih, aman, damai, dan maju,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Kepala BRIN Arief Satria menegaskan dukungan lembaganya melalui pengembangan teknologi maju seperti genomik dan smart farming. Pendekatan pembangunan berkelanjutan juga akan digunakan untuk memperkuat ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat desa.

Hilirisasi Produk Desa dan Target Desa Ekspor

Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Yandri Susanto menjelaskan, Program SEHATI merupakan kolaborasi berbagai unsur yang melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, hingga mitra pembangunan internasional seperti The World Bank.

“Program ini akan menyasar desa-desa yang ada di Indonesia, dengan tujuan untuk memastikan ketahanan pangan lokal itu benar-benar kita angkat potensinya,” ujar Yandri.

Ia menambahkan, program tersebut juga mendorong hilirisasi produk desa, pembangunan desa berketahanan iklim, desa bebas sampah, hingga membuka peluang lahirnya desa-desa ekspor. Langkah ini dinilai sejalan dengan Asta Cita Ke-6 Presiden Prabowo Subianto, yaitu membangun dari desa dan dari bawah untuk pemerataan ekonomi.

“Jadi program ini juga bisa memastikan nilai tambah produk lokal desa itu bisa meningkat, sehingga uangnya bisa bertambah, bisa juga menyerap tenaga kerja,” lanjutnya.

Dalam kegiatan yang dihadiri Mendes PDT Yandri Susanto, Wamendes Ahmad Riza Patria, Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah, serta ratusan kepala desa dan BPD se-Provinsi Banten itu, juga dilakukan penandatanganan nota kesepahaman antara Kemendes dengan BRIN tentang sinergitas riset dan inovasi untuk mendukung pembangunan desa.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: jurnalklik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top