TANGERANG — Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid memerintahkan petugas kesehatan untuk tetap berada di lokasi pengungsian hingga situasi dinyatakan aman. Langkah ini diambil setelah luas area kebakaran di TPA Jatiwaringin meluas dari dua hektare menjadi lima hektare dalam kurun waktu sepuluh jam sejak Selasa (30/6) siang.
"Kita antisipasi dengan standby-nya petugas kesehatan yang ada di lokasi. Bahkan sekarang kita tidak perkenankan untuk pulang dulu untuk petugas kesehatan, harus stay juga bersama dengan warga masyarakat yang sementara ini kita tempatkan di kantor desa," kata Bupati Maesyal di Tangerang, Rabu.
Sebanyak 30 kepala keluarga atau 52 jiwa kini mengungsi di kantor desa setempat. Kelompok rentan, terutama ibu hamil dan anak-anak, menjadi prioritas utama dalam penanganan darurat ini.
Kepala BPBD Kabupaten Tangerang Achmad Taufik mengungkapkan bahwa proses pemadaman terkendala akses yang sulit. Tumpukan sampah yang menggunung dan asap pekat menyulitkan petugas untuk menjangkau titik api.
"Dengan posisi tumpukan sampah seperti gunung menjadi kendala. Kesulitan kami untuk menjangkau ke atas kendaraan, sementara selang sudah cukup panjang juga tetapi memang karena pekatnya asap kita susah mengakses ke titik lokasi," ujarnya.
BPBD setempat telah mengoperasikan sepuluh kendaraan pemadam kebakaran dengan 45 personel. Namun, pihaknya tengah mengupayakan bantuan helikopter pengebom air dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk mempercepat pemadaman.
Hingga berita ini diturunkan, status kebencanaan di TPA Jatiwaringin masih berada pada Siaga I. Bupati memastikan belum ada laporan warga yang menjadi korban langsung akibat kebakaran tersebut.
"Sementara belum ada laporan (warga terdampak langsung), mudah-mudahan tidak ada. Karena ini memang musim kemarau," ucap Maesyal.
Sejumlah instansi, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan BPBD, terus bersiaga di lokasi untuk memantau perkembangan dan melakukan pemadaman. Sumber air untuk operasi dinilai masih bisa dijangkau, meski akses jalan menuju titik api cukup sempit.