PANDEGLANG — Gempa bumi yang berpusat di laut, sekitar 62 kilometer barat daya Sumur, Pandeglang, membuat warga di pesisir selatan Banten itu merasakan guncangan cukup keras. Berdasarkan peta guncangan atau shakemap BMKG, getaran di Sumur mencapai skala intensitas IV MMI. Pada skala ini, guncangan dirasakan oleh banyak orang di dalam rumah dan sebagian orang di luar ruangan. Dampak fisiknya bisa membuat gerabah pecah, pintu dan jendela berderik, serta dinding berbunyi.
Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Dr. Wijayanto, menjelaskan bahwa gempa ini merupakan gempa bumi dangkal yang dipicu oleh aktivitas subduksi lempeng. Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa dipicu oleh pergerakan naik atau thrust fault. Episenter gempa berada pada koordinat 6,83 derajat Lintang Selatan dan 105,04 derajat Bujur Timur.
“Berdasarkan hasil pemodelan tsunami, gempa bumi ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami,” ujar Wijayanto dalam keterangan resminya. Ia menambahkan, hingga pukul 03.05 WIB, BMKG belum mencatat adanya aktivitas gempa susulan atau aftershock.
Di wilayah Pandeglang, gempa dirasakan dengan intensitas III MMI. Getaran pada skala ini terasa nyata di dalam rumah dan menyerupai adanya truk besar yang melintas. Meskipun tidak menimbulkan tsunami, BMKG mengimbau warga untuk tetap tenang dan tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.
Warga juga diminta untuk menghindari bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan akibat gempa hingga dipastikan aman oleh pihak berwenang. Masyarakat diimbau untuk selalu mengikuti informasi resmi yang disampaikan BMKG melalui kanal komunikasi yang telah terverifikasi, termasuk media sosial @infoBMKG, situs resmi BMKG, InaTEWS, serta aplikasi InfoBMKG.