BANTEN — Kepergian Adams terjadi hanya dua pekan setelah ia tampil membela negaranya di turnamen sepakbola terbesar dunia tersebut. Ia tercatat menjadi starter dalam dua laga fase grup Piala Dunia 2026, yakni saat melawan Meksiko dan Republik Ceko. Adams kemudian duduk di bangku cadangan pada pertandingan terakhir grup melawan Korea Selatan sebelum Afrika Selatan akhirnya tersingkir oleh Kanada di babak 32 besar pada 29 Juni lalu.
Gayton McKenzie menyampaikan rasa terkejut dan duka yang mendalam atas kehilangan ini. "Sepak bola Afrika Selatan telah kehilangan salah satu talenta muda paling cemerlangnya," ujarnya dalam pernyataan resmi yang dikutip dari BBC. "Bangsa kita turut berduka bersama keluarganya, rekan-rekan setimnya, serta jutaan pendukung yang menyaksikannya tumbuh dari calon pemain akademi menjadi pemain internasional Bafana Bafana."
Serikat Pemain Afrika juga merilis pernyataan duka cita. "Jayden baru saja mewakili Afrika Selatan di Piala Dunia 2026, membawa harapan bangsa dengan penuh kebanggaan, keberanian, dan prestasi gemilang," tulis mereka. Organisasi itu menegaskan bahwa kematian Adams merupakan kehilangan yang tak ternilai bagi keluarga, rekan setim, klub, dan negara.
Sebelum menembus skuad utama Piala Dunia, Adams mengawali kariernya sebagai pemain akademi yang menjanjikan. Ia kemudian memperkuat Mamelodi Sundowns, salah satu klub papan atas Afrika Selatan, dan berhasil menembus tim nasional senior. Penampilannya di Piala Dunia 2026 menjadi puncak karier singkatnya sebelum ajal menjemput.
"Sepakbola Afrika Selatan telah kehilangan seorang pemain berbakat, seorang pelayan setia bagi olahraga ini, dan seorang pemuda yang masih memiliki begitu banyak hal untuk diberikan," demikian bunyi pernyataan Serikat Pemain Afrika. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kematian Adams belum diumumkan secara resmi oleh pihak keluarga atau otoritas terkait.