TANGERANG — Festival Cisadane 2026 resmi ditetapkan sebagai salah satu dari 125 event unggulan nasional dalam program Karisma Event Nusantara (KEN) 2026 oleh Kementerian Pariwisata. Ajang budaya tahunan ini akan berlangsung selama lima hari, mulai 22 hingga 26 Juli 2026, di kawasan Jembatan Kaca Berendeng, bantaran Sungai Cisadane, Kota Tangerang.
Mengusung tema “Flowing Heritage, Growing Courage,” festival ini tidak hanya menampilkan pertunjukan seni dan budaya, tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi pegiat budaya, seniman, komunitas, dan pelaku usaha. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang, Boyke Urif Hermawan, menyebut tema tersebut merepresentasikan semangat menjaga warisan sekaligus keberanian untuk terus berinovasi.
Selama lima hari penyelenggaraan, panitia menyiapkan tiga kompetisi utama yang terbuka bagi pelajar dan masyarakat umum. Lomba Modern Dance dijadwalkan pada 24 Juli 2026 untuk kategori pelajar SMP, SMA, dan umum. Festival Band akan digelar pada 25 Juli 2026 bagi pelajar SMP dan SMA, sementara Lomba Senam pada 26 Juli 2026 terbuka untuk seluruh masyarakat.
Boyke menegaskan bahwa festival ini menjadi panggung bagi generasi muda untuk menyalurkan kreativitas dan bakat seni. “Kami mengintegrasikan festival ini dengan penguatan ekonomi lokal melalui fasilitasi ratusan stan UMKM,” ujarnya.
Pemerintah Kota Tangerang menargetkan festival ini mampu mendorong transaksi ekonomi masyarakat secara langsung. Ratusan stan UMKM akan disediakan di sepanjang area festival, menghubungkan pelaku usaha kecil dengan ribuan pengunjung yang diperkirakan hadir setiap tahunnya.
Menurut Boyke, pengakuan dari Kementerian Pariwisata menjadi bukti bahwa Festival Cisadane layak menjadi destinasi wisata budaya unggulan Indonesia. “Festival ini bukan sekadar hiburan, tetapi pesta rakyat yang setiap tahun mampu menarik ribuan pengunjung sekaligus menjaga akulturasi budaya dan memberikan dampak nyata terhadap perekonomian daerah,” ungkapnya.
Selain pertunjukan tari tradisional dan karnaval budaya, festival ini juga menghadirkan atraksi air serta berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat secara langsung. Sungai Cisadane difungsikan kembali sebagai ruang bersama yang menyatukan sejarah, budaya, dan kreativitas.
Boyke menambahkan bahwa aliran Sungai Cisadane melambangkan warisan luhur sekaligus simbol keberanian masyarakat Kota Tangerang. Melalui festival ini, pemerintah juga mengajak masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuang sampah ke sungai.
Informasi mengenai rangkaian acara Festival Cisadane 2026 dapat diakses melalui akun Instagram resmi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang.