Dinkes Kota Tangerang Siapkan Layanan Cek Kesehatan Gratis untuk Pelajar, Deteksi Dini Gangguan Gigi hingga Gizi

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Minggu, 12 Juli 2026 | 17:36:31 WIB
Dinkes Kota Tangerang menyediakan layanan cek kesehatan gratis untuk pelajar guna deteksi dini gangguan gigi dan gizi.

TANGERANG — Pemeriksaan kesehatan di sekolah tidak hanya untuk mengetahui kondisi fisik siswa, tetapi juga menjadi alat pemetaan masalah kesehatan yang banyak ditemukan pada anak usia sekolah. Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengatakan, langkah ini masuk dalam program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang tengah digencarkan.

Masalah Kesehatan yang Paling Sering Ditemukan pada Pelajar

Dari hasil pemeriksaan awal, Dinkes Kota Tangerang mengidentifikasi tiga masalah kesehatan dominan pada pelajar: gigi berlubang, gangguan penglihatan, dan masalah status gizi. Data ini menjadi acuan bagi puskesmas untuk menentukan langkah penanganan yang tepat.

"Dari hasil CKG di sekolah, kami dapat melihat masalah kesehatan yang paling banyak dialami anak-anak misalnya gigi, gangguan penglihatan, hingga status gizi. Data ini menjadi dasar bagi puskesmas untuk melakukan tindak lanjut," kata dr. Dini di Tangerang, Minggu.

Intervensi Puskesmas: Dari Edukasi Sikat Gigi hingga Rujukan

Jika ditemukan masalah kesehatan, puskesmas akan melakukan intervensi sesuai kebutuhan. Langkahnya bervariasi, mulai dari edukasi cara menyikat gigi yang benar, pemeriksaan lanjutan, pendampingan gizi, hingga rujukan ke fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

"Yang kami kejar bukan hanya pemeriksaannya, tetapi bagaimana anak-anak mendapatkan penanganan sejak dini agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit di kemudian hari," jelasnya.

CKG Tidak Hanya di Sekolah, tapi Juga di Lingkungan Warga

Dinkes Kota Tangerang terus menggencarkan program CKG tidak hanya di lingkungan sekolah. Layanan kesehatan gratis ini juga dilaksanakan di lingkungan warga dan bekerjasama dengan berbagai komunitas.

Program ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak anak dan remaja, sehingga potensi gangguan kesehatan dapat terdeteksi lebih awal. Dengan deteksi dini, biaya pengobatan jangka panjang bisa ditekan dan kualitas hidup anak-anak tetap terjaga.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top