TANGERANG — Minggu pagi di Pasar Kemis biasanya sepi. Namun kali ini berubah menjadi pusat keramaian dengan alunan musik dan gerakan senam massal. Warga datang sejak pagi, bukan hanya untuk membakar kalori, tetapi juga mengincar hadiah utama yang disediakan panitia.
Intan yang juga menjabat Ketua Umum KORMI Kabupaten Tangerang mengatakan olahraga rekreasi bukan sekadar soal kebugaran fisik. Ia menyebut kegiatan ini bertujuan membangkitkan hormon kebahagiaan bagi masyarakat.
“Olahraga itu bisa menambah hormon kesehatan, kebugaran dan kebahagiaan kita. Jadi, untuk menghadapi hari Senin besok, kita sudah fresh dan bahagia. Apalagi kalau pulang ke rumah membawa kulkas, motor listrik, atau Smart TV, pasti makin senang orang di rumah,” ujarnya di tengah ribuan peserta.
Intan menegaskan bahwa kegiatan KORMI tidak terbatas pada senam massal. Ke depannya, berbagai lomba tradisional seperti tarik tambang, bakiak, dan balap karung akan digelar secara rutin.
“Setiap ada acara KORMI, wajib hadir. Karena di mana ada KORMI, di situ ada kebahagiaan. Olahraga di sini bukan cuma senam saja, tapi macam-macam. Jadi keseruannya bukan hanya saat 17 Agustus, tetapi setiap hari kita bisa bergembira,” katanya.
Di sela-sela acara, Intan juga mengajak peserta yang sehat untuk mengikuti donor darah yang digelar Unit Donor Darah PMI Kabupaten Tangerang. Ia menyebut aksi sosial ini menjadi pelengkap dari semangat kebersamaan.
“Setetes darah ini bisa membantu saudara-saudara kita, bukan hanya di Tangerang, tetapi di seluruh Indonesia. Jadi, insya Allah kita semua diberikan keberkahan, karena acara senam ini bukan cuma menyehatkan, tetapi juga menjadi wadah untuk saling berbagi,” ujarnya.
Ketua panitia Jubertinus mengatakan kegiatan ini dirancang bukan sekadar agenda olahraga. Menurutnya, senam massal menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan di tengah masyarakat yang semakin beragam.
Di lapangan, orang-orang yang tak saling mengenal ikut bergerak dalam irama yang sama. Sesekali mereka saling menyapa, menyemangati, lalu tertawa bersama ketika nomor doorprize yang ditunggu ternyata masih milik orang lain.
Di balik kemeriahan, ada pesan yang lebih serius. Kabupaten Tangerang terus tumbuh dengan kawasan permukiman baru dan pusat perdagangan. Namun tantangan seperti kemacetan, sampah, dan kualitas lingkungan juga ikut membesar.
Semangat hidup sehat tidak boleh berhenti di panggung senam. Percuma tubuh bugar jika sungai dipenuhi sampah. Percuma rutin berolahraga jika udara semakin tercemar dan ruang terbuka hijau terus terdesak.
Doorprize boleh menjadi penyemangat untuk datang. Tetapi kebiasaan hidup sehat dan kepedulian terhadap lingkungan adalah hadiah sesungguhnya. Hadiah yang nilainya jauh lebih mahal daripada kulkas, Smart TV, bahkan motor listrik sekalipun.