Petani Lebak Nikmati Irigasi Layak Setelah 45 Tahun, Rp 985 Miliar Digelontorkan Lewat Inpres 2/2025

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Senin, 13 Juli 2026 | 21:45:02 WIB
Petani di Desa Bolang, Kecamatan Malingping, Kabupaten Lebak, mulai menikmati irigasi layak setelah 45 tahun menanti.

LEBAK — Abeng (60), Ketua Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) Kabupaten Lebak, masih ingat betul ketegangan yang terjadi setiap musim tanam kedua. Sejak dekade 1980-an, petani di Desa Bolang, Kecamatan Malingping, kerap berselisih rebutan air dari Bendung Cikoncang Ketapang. “Kalau dulu setiap musim tanam kedua, selalu ribut soal air. Yang tidak kebagian air marah, yang kebagian juga khawatir. Itu sudah terjadi sejak tahun 1980-an,” katanya, Rabu (8/7/2026).

Ketegangan itu, kata Abeng, tak jarang berujung pada bentrokan. “Ada petani yang bawa senjata tajam karena khawatir lahannya tidak kebagian air,” ujarnya. Kini, persoalan itu perlahan hilang setelah pemerintah merehabilitasi jaringan irigasi di wilayah mereka.

Rehabilitasi 26,86 Km Jaringan Irigasi dan Jalan Inspeksi

Melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian merehabilitasi jaringan utama Daerah Irigasi (DI) Cisiih, Cibinuangeun, dan Cibanten. Kontraktor PT Waskita Karya (Persero) Tbk. mengerjakan proyek senilai Rp 136,21 miliar. Hasilnya, 26,86 kilometer saluran irigasi diperbaiki dan 14,17 kilometer jalan inspeksi dibangun.

Jalan inspeksi itu bukan sekadar akses pemeliharaan. “Sekarang petani bisa lewat jalan itu ke sawah. Biaya angkut hasil panen jadi lebih murah,” jelas Abeng. Lahan sawah seluas 3.094 hektare kini mendapat pasokan air yang lebih stabil.

Sinergi APBN dan APBD: Rp 985 Miliar untuk Dua Tahun

Kepala Dinas PUPR Provinsi Banten Arlan Marzan menjelaskan, kolaborasi pendanaan menjadi kunci percepatan. “Komitmen Pemprov Banten melalui arahan Pak Gubernur Andra Soni adalah membangun dari desa. APBD kami arahkan untuk mendukung infrastruktur yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.

Pada 2025, Pemprov Banten mengalokasikan Rp 48,91 miliar dari APBD untuk tujuh paket rehabilitasi irigasi, termasuk DI Cibinuangeun, Cilampe, dan Cikoncang. Sementara itu, pemerintah pusat mengucurkan Rp 521,28 miliar melalui APBN untuk 12 daerah irigasi. Total investasi 2025-2026 mencapai Rp 985,19 miliar, dengan porsi APBN Rp 911,98 miliar dan APBD Rp 73,21 miliar.

Petani Tak Lagi Khawatir Pasokan Air dan Pupuk

Selain irigasi, Abeng merasakan perubahan lain. Pupuk kini lebih mudah didapat melalui kios pengecer. Solar bersubsidi untuk traktor dan combine harvester juga lebih mudah diakses. “Kondisi petani sekarang jauh lebih baik,” katanya.

Pada 2026, Pemprov Banten kembali mengalokasikan Rp 24,30 miliar untuk pembangunan Bendung Irigasi Cisiih dan rehabilitasi di sejumlah desa. Pemerintah pusat juga menyiapkan Rp 390,70 miliar untuk melanjutkan rehabilitasi sembilan daerah irigasi, termasuk Cibinuangeun, Cisata, dan Cibanten.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: tangerangpos.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top