KOTA TANGERANG — MUI Kota Tangerang tidak hanya merayakan Milad ke-51, tetapi juga menjadikan momen tersebut sebagai arena percepatan sertifikasi halal bagi UMKM. Salah satu agenda utama dalam Halal Fest 2026 adalah Sosialisasi Pendampingan Sertifikasi Halal yang dijadwalkan pada Minggu (19/7/2026).
Selama festival, MUI menghadirkan Gerai Konsultasi Pendampingan Sertifikasi Halal (LP3H). Pelaku usaha bisa datang langsung untuk berkonsultasi soal prosedur, persyaratan administrasi, hingga tahapan pengurusan sertifikat halal tanpa dipungut biaya.
Ketua MUI Kota Tangerang, Ahmad Baijuri Khotib, menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar seremoni. “Kami ingin UMKM di Kota Tangerang memperoleh pendampingan yang memadai sehingga produk yang dihasilkan memiliki nilai tambah, semakin kompetitif, dan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat,” ujarnya.
Percepatan kepemilikan sertifikat halal bagi UMKM menjadi salah satu fokus MUI dalam mendukung penguatan ekonomi masyarakat. Menurut Ahmad Baijuri, produk bersertifikat halal tidak hanya memenuhi ketentuan syariat, tetapi juga membuka akses pasar yang lebih luas, termasuk ritel modern dan platform daring.
Ia menambahkan, banyak pelaku usaha kecil yang masih gamang dengan proses pengurusan. Melalui gerai konsultasi ini, mereka bisa mendapat penjelasan langsung dari pendamping yang sudah terlatih.
Selain fokus pada sertifikasi halal, Halal Fest 2026 juga diisi dengan pameran produk halal, seminar nasional, perlombaan bernuansa Islami, aksi sosial, dan layanan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Festival ini berlangsung selama sembilan hari penuh di Kota Tangerang.
MUI Kota Tangerang mengundang masyarakat, khususnya pelaku usaha kuliner dan industri kreatif, untuk memanfaatkan kesempatan tersebut. Ajang ini dinilai strategis untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk lokal di tengah persaingan pasar yang kian ketat.
Dengan adanya pendampingan gratis ini, MUI berharap jumlah UMKM bersertifikat halal di Kota Tangerang bisa meningkat signifikan. Saat ini, masih banyak pelaku usaha mikro yang belum memiliki dokumen tersebut karena terkendala biaya dan birokrasi.
“Kami ingin mengubah persepsi bahwa sertifikasi halal itu sulit dan mahal. Lewat Halal Fest, kami buktikan bahwa prosesnya bisa diakses dengan mudah,” pungkas Ahmad Baijuri.