Mahasiswa KKM Universitas Primagraha Edukasi Pemilahan Sampah ke Siswa SDN Pabuaran, Dukung Program Serang Bersih

Penulis: Endra Sanjaya  •  Jumat, 17 Juli 2026 | 17:14:01 WIB
Mahasiswa KKM 14 Universitas Primagraja mengajak siswa SDN Pabuaran praktik memilah sampah organik dan anorganik menggunakan tempat sampah dari limbah kemasan air mineral.

SERANG — Puluhan siswa SDN Pabuaran di Kelurahan Pabuaran, Kota Serang, mendapat pelajaran langsung soal cara memilah sampah dari mahasiswa KKM 14 Universitas Primagraha. Kegiatan ini bukan sekadar teori—mereka diajak praktik memisahkan sampah organik dan anorganik menggunakan tempat sampah khusus buatan sendiri.

Perwakilan KKM 14, Virgiawansach, mengatakan inisiatif ini berangkat dari keprihatinan terhadap volume sampah di lingkungan sekolah dan permukiman. Solusinya, mahasiswa menyulap limbah kemasan air mineral menjadi tempat sampah fungsional.

"Tempat sampah ini kami buat dari limbah plastik bekas kemasan air mineral yang didesain menggunakan jaring berukuran lebih tinggi. Inovasi sederhana ini mempermudah proses pemilahan sekaligus mampu menampung volume sampah lebih banyak," ujarnya.

Guru Akui Kesadaran Siswa Masih Minim

Ahmad Syafei, guru SDN Pabuaran, mengaku selama ini siswa kerap mencampur sampah organik dan anorganik, menyulitkan pengelolaan. Kehadiran mahasiswa, kata dia, memberi wawasan baru yang selama ini kurang tersentuh dalam kurikulum harian.

"Kami sangat berterima kasih atas sosialisasi dan bantuan sarana tempat sampah ini. Kami berharap anak-anak bisa membiasakan diri membuang sampah sesuai jenisnya hingga menjadi budaya sehari-hari, baik di sekolah maupun di rumah," tutur Ahmad.

DLH Kota Serang: Edukasi Sejak SD Itu Krusial

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Serang, Farach Rich, mengapresiasi kolaborasi mahasiswa dalam mengedukasi generasi muda. Menurutnya, kebiasaan memilah sampah harus ditanamkan sedini mungkin agar terbawa hingga dewasa.

"Edukasi pemilahan sampah sejak bangku sekolah dasar sangat krusial. Jika anak-anak sudah terbiasa memilah sampah organik dan anorganik sejak dini, budaya bersih ini akan terbawa hingga ke rumah. Ini langkah nyata yang sangat membantu menyukseskan program Serang Bersih," katanya.

Target: Agen Perubahan di Lingkungan Rumah

Melalui simulasi dan penyediaan sarana, para siswa diharapkan tak hanya mengubah perilaku pribadi. Mereka juga ditargetkan menjadi agen perubahan yang menularkan kebiasaan positif memilah sampah kepada keluarga dan lingkungan sekitar.

Program ini sekaligus menyukseskan inisiatif nasional Gerakan Indonesia Asri yang berfokus pada lingkungan Aman, Sehat, Resik, dan Indah.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top