Krisis Air Bersih Landa 7 Kecamatan di Pandeglang, BPBD Salurkan 91.000 Liter untuk 1.620 Kepala Keluarga

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Senin, 20 Juli 2026 | 16:12:01 WIB
BPBD-PK Pandeglang mendistribusikan 91.000 liter air bersih untuk 1.620 kepala keluarga di tujuh kecamatan terdampak kekeringan.

PANDEGLANG — Tujuh kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Banten, saat ini dilanda krisis air bersih. Musim kemarau yang berkepanjangan membuat sejumlah sumber air, seperti sumur dan mata air, mulai mengering. Warga pun kesulitan memenuhi kebutuhan dasar mereka.

Wilayah Terparah: Sindangresmi dan Angsana

Dari tujuh kecamatan yang terdampak, BPBD-PK Pandeglang menyebut Kecamatan Sindangresmi dan Angsana sebagai wilayah dengan kondisi kekeringan paling berat. Keduanya berada di Pandeglang bagian selatan.

"Yang paling parah itu Kecamatan Sindangresmi dan Angsana di wilayah Pandeglang bagian selatan," ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD-PK Pandeglang, Lilis Sulistiyati, Minggu (19/7/2026).

Di dua kecamatan ini, debit air dari sumber alami mengalami penurunan signifikan. Sebagian sumur dan mata air bahkan sudah benar-benar kering, memaksa warga bergantung penuh pada bantuan pemerintah.

Tiga Armada Tangki Dikerahkan untuk Distribusi

Untuk menjangkau seluruh wilayah yang mengajukan bantuan, BPBD-PK Pandeglang mengerahkan tiga mobil tangki. Distribusi air bersih dilakukan secara bertahap, mempertimbangkan tingkat kebutuhan dan permintaan dari masing-masing desa.

"Bantuan yang sudah kami distribusikan mencapai 91.000 liter air bersih untuk masyarakat terdampak kekeringan," kata Lilis.

Ketujuh kecamatan yang terdampak krisis ini meliputi Cadasari, Karangtanjung, Sindangresmi, Angsana, Patia, Cikeusik, dan Picung.

Potensi Wilayah Terdampak Bertambah

BPBD-PK Pandeglang memantau perkembangan situasi di lapangan. Jika musim kemarau berlangsung lebih lama, jumlah desa yang mengalami krisis air bersih berpotensi bertambah.

Pemerintah daerah menyatakan siap menambah bantuan jika diperlukan. "Distribusi air bersih akan terus dilakukan berdasarkan permohonan dari pemerintah desa dan kecamatan dengan memprioritaskan wilayah yang mengalami krisis paling berat," pungkas Lilis.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: regional.kompas.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top