SERANG — Angka pengangguran di Kabupaten Serang tercatat lebih tinggi dibanding rata-rata Provinsi Banten. Data Badan Pusat Statistik (BPS) 2025 menunjukkan TPT Kabupaten Serang berada di angka 8,73 persen, sementara rata-rata provinsi hanya 6,89 persen. Kondisi ini menjadi alarm bagi pemerintah daerah untuk segera bertindak.
Wakil Bupati Serang Muhammad Najib Hamas, Rabu (16/4), menyatakan bahwa pelatihan vokasi tidak bisa lagi dilakukan secara seragam. Menurutnya, pesatnya transformasi industri dan teknologi menuntut program pelatihan yang adaptif serta berorientasi pada produktivitas.
Pemkab Serang menggandeng Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Serang untuk memperluas jangkauan program. Beberapa program unggulan yang disiapkan antara lain Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK), Project Based Learning (PBL), hingga pelatihan Green Jobs.
Yang menarik, program ini juga membuka akses pemagangan ke luar negeri. Peserta bisa dikirim ke Korea Selatan, Taiwan, Jepang, dan Jerman. “Akses pelatihan vokasi ini dibuka luas bagi seluruh elemen masyarakat, mulai dari lulusan sekolah, pencari kerja, korban PHK, hingga penyandang disabilitas,” ujar Najib dalam rapat koordinasi di Pemkab Serang.
Tidak hanya menyiapkan tenaga kerja untuk industri, Pemkab Serang juga mendorong lahirnya wirausaha baru. Program ini mengoptimalkan potensi sumber daya alam dan ekonomi lokal untuk memperkuat kemandirian ekonomi desa.
Najib menambahkan, sinergi antara pemerintah, balai pelatihan, dan pelaku industri menjadi kunci utama. “Melalui sinergi seluruh pemangku kepentingan, kita berharap mampu mewujudkan SDM yang unggul, produktif, dan berdaya saing untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Serang Bahagia,” kata Najib.
TPT Kabupaten Serang yang berada di atas rata-rata provinsi menunjukkan adanya ketimpangan antara ketersediaan tenaga kerja dengan kebutuhan industri. Pesatnya pembangunan di wilayah penyangga Jakarta ini belum sepenuhnya diimbangi oleh peningkatan kualitas SDM lokal. Program vokasi yang adaptif diharapkan mampu menjembatani kesenjangan tersebut.