SERANG — Peristiwa nahas itu pertama kali diketahui oleh petugas keamanan kapal yang melihat korban melompat. Petugas langsung melaporkan kejadian tersebut kepada perwira kapal, yang kemudian mengecek rekaman kamera pengawas (CCTV) pada pukul 03.09 WIB. Hasil rekaman mengonfirmasi tindakan korban yang saat kejadian mengenakan baju dan celana berwarna hitam.
Laporan ini diteruskan kepada Vessel Traffic Service (VTS) Merak yang langsung berkoordinasi dengan Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten Al Amrad mengonfirmasi bahwa pihaknya segera mengerahkan tim setelah menerima laporan dari VTS Merak pada pukul 04.37 WIB.
"Begitu menerima laporan dari VTS Merak pada pukul 04.37 WIB, kami segera mengerahkan Tim Rescue Unit Siaga SAR Merak menuju lokasi kejadian dengan menggunakan RIB 01 beserta peralatan SAR yang diperlukan," kata Al Amrad dalam keterangan yang diterima di Serang, Rabu.
Tim Rescue Unit Siaga SAR Merak diberangkatkan pada pukul 05.00 WIB dan tiba di titik pencarian pada pukul 05.50 WIB. Lokasi kejadian berjarak sekitar 4,39 mil laut dari pangkalan SAR Merak.
"Saat ini tim sedang melaksanakan upaya pencarian secara maksimal dengan berkoordinasi bersama unsur terkait pada koordinat 5°54'16.80"S 105°55'34.68"E. Kami berharap korban dapat segera ditemukan," ujarnya.
Operasi SAR saat ini melibatkan tujuh personel Tim Rescue Unit Siaga SAR Merak yang didukung oleh perlengkapan medis dan komunikasi. Tim juga bersinergi dengan unsur VTS Merak untuk memperluas jangkauan pencarian di perairan Selat Sunda.
Pihak SAR Banten memastikan akan terus berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait dan menyampaikan perkembangan operasi pencarian ini kepada masyarakat secara berkala. Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam proses pencarian.