Kemacetan Kawasan Industri Serang Barat Menggerus Produktivitas, Forum HRD Desak Pemkot Cari Solusi Bersama

Penulis: Endra Sanjaya  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 10:43:31 WIB
Kemacetan di kawasan industri Serang Barat menjadi sorotan dalam diskusi Forum HRD Serang Barat di Cilegon, Kamis (30/7/2026).

CILEGON — Kemacetan di kawasan industri Serang Barat bukan sekadar soal lamanya waktu tempuh. Para pelaku usaha kini menghitung kerugian riil: biaya lembur membengkak, risiko kecelakaan kerja di perjalanan meningkat.

Persoalan itu mengemuka dalam diskusi Forum HRD Serang Barat di Meeting Hall Greenotel Cilegon, Kamis (30/7/2026). Ketua Forum HRD Serang Barat, Abdul Muhi, menegaskan dampaknya sudah dirasakan lintas sektor usaha.

Biaya Operasional Membengkak, Jam Kerja Hilang

Abdul Muhi menyebut banyak karyawan datang terlambat akibat antrean kendaraan yang panjang. Jam kerja pun tidak efektif, dan sejumlah perusahaan terpaksa mengeluarkan biaya tambahan untuk lembur.

"Dari hasil sharing teman-teman HRD, biaya operasional meningkat karena lembur. Selain itu, risiko kecelakaan kerja di perjalanan juga semakin tinggi akibat kemacetan," katanya.

Gangguan kelancaran distribusi dan aktivitas produksi juga mulai terasa. Meski kondisi industri di kawasan Serang Barat masih relatif baik, ia mengakui kemacetan memengaruhi keterlambatan karyawan dan produktivitas perusahaan.

Harapan Dunia Usaha: Jangan Sampai Investasi Terganggu

Forum HRD Serang Barat mendorong pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan segera menghadirkan solusi. Abdul Muhi menegaskan, penyelesaian kemacetan menjadi kunci menjaga iklim investasi tetap tumbuh.

"Harapan kami kawasan Serang Barat semakin kondusif, kemacetan bisa diatasi sehingga dunia usaha berkembang, investasi terus masuk, dan perusahaan dapat membuka lebih banyak lapangan pekerjaan," pungkasnya.

Diskusi ini menjadi alarm bagi pemangku kebijakan di Banten. Jika tidak segera ditangani, biaya logistik dan operasional yang terus naik bisa menggerus daya saing kawasan industri yang selama ini menjadi penopang ekonomi provinsi.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: radarbanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top