Gubernur Banten Andra Soni dan Pramono Anung Kolaborasi Optimalkan Lahan 100 Hektare di Tangerang untuk Ketahanan Pangan

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Jumat, 31 Juli 2026 | 23:20:01 WIB
Gubernur Banten Andra Soni dan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau lahan seluas 100 hektare di Desa Ciangir, Kabupaten Tangerang, Jumat (31/7/2026).

TANGERANG — Rencana Gubernur Banten Andra Soni memperkuat ketahanan pangan mendapat sambutan positif dari Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Keduanya sepakat mengoptimalkan lahan aset milik Pemprov DKI Jakarta yang berada di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Jumat (31/7/2026).

Lahan seluas 100 hektare itu nantinya akan difungsikan sebagai pusat olah organik, budidaya magot BSF, serta kawasan peternakan dan pertanian terpadu. Pramono menyebut komunikasi yang terjalin baik antara kedua pemerintah daerah menjadi kunci terealisasinya rencana tersebut.

"Ini tidak mungkin terwujud tanpa kerja sama yang baik dengan Pemprov Banten. Alhamdulillah, berkat komunikasi yang terjalin cukup baik antara kami, rencana Pak Gubernur Andra Soni itu bisa kita wujudkan bersama-sama," katanya dalam kunjungan tersebut.

Rincian Pemanfaatan Lahan dan Target Ternak

Dari total luas lahan yang tersedia, sekitar 40 hektare akan dialokasikan untuk sektor lingkungan hidup dan pertanian. Sementara itu, 20 hektare lainnya digunakan untuk pengembangan peternakan yang mencakup sapi, ikan, dan ayam beserta seluruh fasilitas pendukungnya.

Pengelolaan kawasan peternakan ini akan dipercayakan kepada BUMD Dharma Jaya. Pramono menargetkan kawasan ini mampu menampung hingga 5.000 ekor sapi.

"Di sini nanti bisa menampung sapi mencapai 5.000 ekor. Jadi kalau sudah berjalan, kebutuhan suplai daging pada setiap momen hari besar untuk Jakarta dan Banten dipastikan aman," ujarnya.

Investasi Rp 1 Triliun dan Target Serapan Tenaga Kerja

Proses pengembangan lahan ini ditargetkan dimulai pada September 2026. Nilai investasi proyek ini diperkirakan mencapai Rp 1 triliun, namun Pramono memastikan pendanaannya tidak berasal dari APBD DKI Jakarta maupun APBD Banten.

Salah satu poin penting yang ditekankan Pramono adalah penyerapan tenaga kerja. Ia meminta seluruh pekerja yang terlibat dalam proyek ini berasal dari masyarakat sekitar Kabupaten Tangerang, bukan dari Jakarta.

"Diperkirakan untuk serapan tenaga kerja itu mencapai 200 orang, dan saya sudah meminta betul agar seluruh tenaga kerjanya adalah masyarakat sekitar sini, tidak boleh dari Jakarta," tegasnya.

Banten dan Jakarta: Satu Kesatuan yang Saling Membutuhkan

Gubernur Banten Andra Soni menyebut wilayah Banten dan Jakarta merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan. Menurutnya, banyak warga Banten yang bekerja di Jakarta namun tinggal di Banten, dan sebaliknya.

Andra Soni mengungkapkan, ide pengoptimalan lahan aset Pemprov DKI Jakarta ini sebenarnya telah ia sampaikan sebelumnya kepada Pramono Anung. Saat itu, Pramono disebut belum mengetahui bahwa DKI Jakarta memiliki aset lahan di Tangerang.

"Ternyata Mas Pram menyambut baik rencana itu. Dari komunikasi baik yang kami lakukan, ternyata tidak membutuhkan waktu lama untuk bisa direalisasikan," katanya.

Dengan adanya kolaborasi ini, Andra Soni meyakini rencana tersebut akan memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar, masyarakat Banten secara umum, maupun warga DKI Jakarta. "Kami sangat berterima kasih. Kami yakin segala niat baik yang direncanakan pasti akan bermanfaat bagi kita semua," pungkasnya.

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: tangerangpos.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top