Jalan Poros Gunungkencana-Cirinten Rusak Parah, Sopir Truk dan Warga Lebak Patungan Rp 35 Juta untuk Perbaikan Swadaya

Penulis: Dimas Prasetyo  •  Minggu, 16 Agustus 2026 | 21:57:01 WIB
Sopir truk dan warga Kampung Kadu Lebu bergotong royong menambal lubang di Jalan Poros Gunungkencana–Cirinten, Kabupaten Lebak, Banten, Minggu (16/8/2026).

LEBAK — Puluhan sopir truk dan warga Kampung Kadu Lebu, Kecamatan Gunungkencana, Kabupaten Lebak, Banten, memutuskan turun tangan memperbaiki jalan poros yang rusak parah. Mereka mengumpulkan dana secara patungan untuk membeli material, kemudian bekerja bakti menambal lubang di ruas jalan Gunungkencana–Cirinten yang selama ini dibiarkan rusak.

Aksi swadaya ini dipicu kekesalan warga yang sudah berlarut-larut. Jalan yang menjadi jalur vital bagi angkutan barang dan hasil pertanian itu dipenuhi lubang, memperlambat distribusi, dan meningkatkan risiko kecelakaan lalu lintas.

Patungan Sopir Truk untuk Keselamatan Bersama

Para sopir truk yang setiap hari melintasi jalur tersebut menjadi motor penggerak utama inisiatif ini. Mereka bersepakat menarik iuran dari setiap armada yang beroperasi, lalu menggunakannya untuk membeli batu, pasir, dan material penambal lainnya.

Anggota DPRD Kabupaten Lebak dari Daerah Pemilihan (Dapil) VI, Azis Abdul Rohman, yang hadir langsung di lokasi, membenarkan bahwa perbaikan tersebut murni hasil kebersamaan, bukan dari anggaran pemerintah daerah.

“Pembangunan dan perbaikan jalan di Kampung Kadu Lebu ini seratus persen hasil swadaya masyarakat, khususnya kawan-kawan sopir truk. Mereka berinisiatif patungan dan turun tangan langsung karena sudah sangat geram melihat kondisi jalan yang seolah dibiarkan,” ujar Azis, Minggu (16/8/2026).

DPRD Desak Pemkab Lebak Responsif

Azis menegaskan bahwa jalan adalah urat nadi perekonomian warga. Ia mendesak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak agar tidak menyerahkan sepenuhnya perbaikan infrastruktur kepada inisiatif masyarakat.

“Saya meminta Pemkab Lebak lebih sigap dalam menangani jalan rusak. Jangan sampai masyarakat harus terus bergotong royong menutup kekurangan yang seharusnya menjadi prioritas pembangunan. Jalan adalah urat nadi kehidupan masyarakat dan pemerintah harus hadir memberikan solusi,” tegasnya.

Gotong Royong Jadi Potret Kekecewaan

Aksi di Kampung Kadu Lebu ini menjadi potret nyata semangat gotong royong masyarakat Banten. Namun di sisi lain, aksi ini juga menjadi alarm keras bagi pemerintah daerah untuk segera memprioritaskan perbaikan infrastruktur secara berkelanjutan.

Warga berharap langkah swadaya ini menjadi perhatian serius Pemkab Lebak agar akses jalan yang aman dan layak segera terwujud, sehingga roda perekonomian lokal kembali berjalan normal tanpa hambatan.

Reporter: Dimas Prasetyo
Sumber: jurnalklik.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top