PTBA Kunci Rantai Data Tambang Sampai SDM Lewat Sistem SAP, Bos Perusahaan: Keputusan Kini Lebih Cepat

Penulis: Chandra Kusuma  •  Kamis, 20 Agustus 2026 | 11:03:31 WIB
Karyawan PT Bukit Asam memantau sistem 1MINDER SAP yang mengintegrasikan data keuangan, operasional, hingga sumber daya manusia di kantor pusat perusahaan, Banten, Senin (19/8).

BANTEN — Transformasi digital di tubuh PT Bukit Asam (Persero) Tbk memasuki babak baru. Perusahaan tambang batu bara pelat merah itu resmi mengoperasikan sistem 1MINDER SAP yang menyatukan proses bisnis dari hulu ke hilir—mencakup keuangan, pengadaan, penjualan, operasional tambang, hingga sumber daya manusia.

Sebelumnya, data dan alur kerja di lingkungan PTBA berjalan sendiri-sendiri antar divisi. Dengan integrasi ini, seluruh angka dan informasi kini bermuara pada satu sumber tunggal. Dampaknya, laporan keuangan lebih akurat, pengendalian internal lebih kuat, dan manajemen bisa mengambil keputusan lebih cepat dengan dasar data yang solid.

Bukan Sekadar Ganti Aplikasi, tapi Ubah Budaya Kerja

Direktur Utama PTBA, Bambang Ismawan, menegaskan bahwa implementasi sistem ini jauh melampaui sekadar pemasangan perangkat lunak baru. Ia menyebut transformasi ini menyentuh aspek paling mendasar dari organisasi.

"Yang bergeser bukan hanya tampilan di layar, tetapi orangnya, alur kerjanya, datanya, teknologinya, sekaligus tata kelolanya. Pekerjaan yang dulu berjalan sendiri-sendiri kini saling terhubung, angka yang dulu berserakan kini bermuara pada satu sumber, dan keputusan dapat diambil lebih cepat dengan dasar yang lebih kuat," jelasnya, Senin (19/8).

Bambang menambahkan, keberhasilan transformasi ini tidak diukur dari seberapa canggih teknologinya, melainkan dari manfaat nyata yang dirasakan perusahaan. Indikatornya adalah laporan keuangan yang dapat dipercaya, data yang bersih, proses kerja yang ringkas, serta pengawasan internal yang makin tajam.

"Tidak ada perubahan yang terlalu besar bagi organisasi yang mau bergerak serentak. Kita sudah membuktikan bahwa kita sanggup berubah. Pekerjaan rumah berikutnya adalah memastikan perubahan itu benar-benar terbaca pada kinerja perusahaan," sambungnya.

Menuju Tata Kelola yang Lebih Transparan

Komisaris Utama PTBA, Ida Bagus Putu Dunia, menilai integrasi sistem ini merupakan fondasi penting untuk memperkuat akuntabilitas perusahaan di mata publik dan pemegang saham. Dengan satu sistem terpadu, potensi celah manipulasi data bisa ditekan.

"SAP bukan sekadar mengganti aplikasi, tetapi mengubah cara kita bekerja, mengambil keputusan, mengelola data, dan mempertanggungjawabkan proses bisnis. Teknologi memungkinkan transformasi, tetapi tata kelola menentukan terciptanya nilai yang berkelanjutan," ujarnya.

Ida menambahkan, proses implementasi telah melewati berbagai tahapan assurance dan penguatan kapabilitas pengguna. Ia menekankan bahwa nilai terbesar dari proyek ini bukanlah sistemnya itu sendiri, melainkan kapabilitas sumber daya manusia yang terbangun selama proses migrasi data.

"Pada akhirnya, aset sesungguhnya dari transformasi ini bukanlah sistemnya, melainkan kapabilitas yang kita bangun melalui sistem tersebut," imbuhnya.

Fase Stabilisasi dan Integrasi dengan Holding

Pasca-go-live, PTBA kini memasuki fase stabilisasi dan pengembangan sistem. Perusahaan akan fokus memastikan pelaporan keuangan yang andal, keunggulan operasional, serta integrasi yang semakin solid di lingkungan MIND ID Group—holding BUMN tambang yang menaungi PTBA.

Langkah ini sejalan dengan arah kebijakan Kementerian BUMN yang mendorong digitalisasi dan efisiensi di seluruh lini usaha pelat merah. Dengan satu sumber data, konsolidasi laporan keuangan ke tingkat holding pun menjadi lebih cepat dan akurat, memperkuat posisi MIND ID di industri pertambangan global.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: dunia-energi.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top