BANTEN — Kehadiran SsangYong Korando di pasar Amerika Serikat memang peristiwa langka. Pabrikan asal Korea Selatan ini tidak pernah secara resmi menjual produknya di Negeri Paman Sam, sehingga setiap unit yang masuk merupakan hasil impor pribadi. Unit yang ditawarkan kali ini bahkan punya sejarah menarik karena berasal dari Spanyol, sebelum akhirnya dibawa menyeberangi Samudra Atlantik.
Menurut penjual yang baru memiliki mobil ini selama delapan bulan, total hanya ada dua unit SsangYong Korando yang berada di AS saat ini. Informasi ini tentu sulit diverifikasi, namun yang jelas, melihat langsung SUV ini di jalanan Amerika sudah merupakan pemandangan yang sangat tidak biasa.
SsangYong punya sejarah panjang yang berakar dari lisensi produksi Jeep CJ5 untuk militer AS di Korea Selatan. Perusahaan yang dulu bernama Ha Dong-hwan Motor Company ini kemudian berkembang, dan pada generasi kedua Korando, mereka menjalin kemitraan strategis dengan Daimler-Benz. Kerja sama ini membawa dampak besar pada teknologi yang digunakan.
Kemitraan dengan Daimler-Benz memungkinkan SsangYong mengembangkan Musso, SUV lima pintu yang menjadi basis sasis Korando. Korando sendiri menggunakan versi pendek dari platform Musso dan berbagi banyak komponen dengan saudaranya yang lebih besar tersebut.
Jantung pacu Korando ini adalah mesin diesel Mercedes-Benz OM601 berkapasitas 2.300 cc dengan turbocharger. Tenaga yang dihasilkan memang tidak besar, hanya 76 daya kuda dengan torsi 106 pound-feet. Namun mesin ini dikenal sangat bandel dan awet, dan penjual mengklaim mesin diesel Mercedes ini mampu bertahan hingga 200.000 mil atau sekitar 321.000 kilometer.
Tenaga dari mesin diesel ini disalurkan ke roda melalui transmisi manual lima percepatan Borg-Warner dengan sistem penggerak 4WD parsial. Odometer menunjukkan angka 74.936 mil, namun perlu dicatat bahwa ini adalah hasil konversi karena speedometer aslinya menggunakan satuan kilometer, sesuai pasar asalnya di Spanyol.
Secara keseluruhan, kondisi Korando ini terbilang sangat baik untuk usia 27 tahun. Bodi telah mendapat pengecatan ulang sebelum dikirim ke AS. Terdapat retakan di bumper depan dan kaca depan, namun retakan kaca disebut tidak mengganggu pandangan pengemudi.
Interiornya masih dalam kondisi fantastis dengan pola jok yang sangat khas era 90-an. Dasbor yang simetris menjadi salah satu ciri unik Korando, dan ada hiasan kayu palsu di konsol tengah serta panel pintu. Sistem AC baru telah dipasang, sebuah pencapaian tersendiri mengingat mobil ini tidak pernah dijual resmi di AS.
Salah satu hal yang agak menggelikan dari unit ini adalah keberadaan snorkel di sisi kanan bodi. Penjual mengaku tidak tahu fungsi sebenarnya dan menyebutnya hanya sebagai hiasan, karena saluran pembuangan tetap berada di belakang seperti normal. Padahal, snorkel biasanya berfungsi sebagai saluran udara masuk mesin yang ditinggikan untuk melintasi genangan air.
Dengan kelangkaannya di pasar AS, harga US$ 16.400 atau sekitar Rp 262 juta menjadi pertanyaan besar. Bagi kolektor yang mencari SUV langka dengan DNA Mercedes-Benz, angka ini mungkin masuk akal. Namun bagi pembeli umum, merawat mobil yang tidak pernah dijual resmi di AS tentu akan menjadi tantangan tersendiri, terutama dalam hal ketersediaan suku cadang.