Gubernur Banten Andra Soni Siapkan Percepatan Energi Terbarukan untuk Tekan Emisi PLTU Suralaya

Penulis: Bramantyo Wicaksono  •  Jumat, 21 Agustus 2026 | 16:42:31 WIB
Gubernur Banten Andra Soni menyiapkan percepatan transisi energi terbarukan untuk menekan emisi dari PLTU Suralaya di Cilegon.

Pemerintah Provinsi Banten merespons sorotan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo yang menyebut PLTU Suralaya di Cilegon sebagai salah satu penyumbang polusi udara di ibu kota. Gubernur Banten Andra Soni mengakui aktivitas sejumlah pembangkit listrik di wilayahnya berdampak pada pencemaran lingkungan dan menyiapkan langkah transisi energi terbarukan.

TANGERANG — Gubernur Banten Andra Soni buka suara terkait tudingan bahwa PLTU Suralaya di Cilegon menjadi biang keladi tingginya polusi udara di DKI Jakarta. Ia mengakui keberadaan sejumlah pembangkit listrik tenaga uap di provinsinya memang menimbulkan dampak pencemaran terhadap lingkungan sekitar.

"Ya, saya pikir ada pencemaran udara, ada beberapa pembangkit di tempat kita, dan ini harus menjadi perhatian kita semuanya," katanya di Tangerang, Jumat.

Pengakuan ini muncul setelah Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo secara terang-terangan menyebut PLTU Suralaya menggunakan bahan bakar batu bara yang tidak ramah lingkungan. Menurut Pramono, persoalan polusi Jakarta tidak hanya berasal dari sektor transportasi, tetapi juga aktivitas industri di wilayah aglomerasi.

Transisi Energi Terbarukan Jadi Solusi Jangka Panjang

Andra Soni menegaskan langkah cepat dan strategis tengah disiapkan Pemprov Banten untuk menekan emisi. Percepatan transisi menuju penggunaan energi terbarukan menjadi prioritas utama yang tengah dikaji.

"Pembangkit ini juga punya peranan penting, peralihan menjadi apa, energi terbarukan, itu salah satu solusi yang cepat," ujarnya.

Selain itu, pihaknya akan segera memperkuat pengawasan serta koordinasi lintas sektor guna menekan angka emisi dan pencemaran udara. Langkah strategis jangka panjang difokuskan pada percepatan transisi penggunaan energi baru terbarukan.

Pengawasan Kualitas Udara Diintensifkan saat Musim Kemarau

Di tengah kondisi cuaca kering yang melanda saat ini, pengawasan terhadap kualitas lingkungan secara berkala terus diintensifkan oleh jajaran perangkat daerah terkait. Pemprov Banten berkomitmen menjaga kualitas udara tetap terkendali melalui sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan.

"Kita terus melakukan pemantauan ya kondisi-kondisinya, apalagi sekarang kan musim kering ya. Kita akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait dengan bagaimana menurunkan emisi dan pencemaran," kata dia.

Jakarta Minta Koordinasi Pemerintah Pusat

Pramono Anung Wibowo sebelumnya menyampaikan bahwa upaya pengendalian polusi dari dalam Jakarta saja tidak cukup. Ia berharap persoalan emisi dari wilayah aglomerasi ditangani bersama-sama dengan pemerintah pusat untuk mengatur industri di sekitar Jakarta.

"Saya sebagai Gubernur Jakarta berharap ada koordinasi dengan pemerintah pusat agar yang memberikan kontribusi menyebabkan emisi yang masih tinggi itu bisa diatur bersama-sama," kata Pramono.

Ia menegaskan

Reporter: Bramantyo Wicaksono
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top