Sebanyak 350 peserta dari desa-desa binaan Grup 1 Kopassus memadati Bumi Perkemahan Grup 1 Kopassus, Kota Serang, Sabtu (15/8/2026). Mereka hadir dalam Hari Puncak Eco Waste Desa Berkelanjutan Provinsi Banten, ajang yang mempertemukan inovasi pengelolaan sampah berbasis masyarakat dan melahirkan pemenang baru, yakni Desa Lialang.
SERANG — Kompetisi lingkungan antar-desa di Banten memasuki babak final. Desa Lialang keluar sebagai juara pertama Lomba Eco Waste Desa Berkelanjutan Provinsi Banten dengan nilai 9,0, mengungguli puluhan desa binaan lainnya dalam ajang yang digelar di Bumi Perkemahan Grup 1 Kopassus, Kota Serang, Sabtu (15/8/2026).
Keunggulan Desa Lialang dinilai dari kesiapan kegiatan serta penerapan biopori berukuran terbesar, sebuah terobosan yang dinilai juri sebagai solusi konkret penanganan genangan air dan resapan sampah organik.
Program Eco Waste Desa Berkelanjutan dirancang untuk mendorong warga desa terlibat langsung dalam pengelolaan sampah. Setiap desa diberikan keleluasaan untuk mengembangkan praktik lingkungan sesuai potensi wilayah masing-masing, mulai dari pengolahan sampah rumah tangga hingga konservasi lahan.
Sepanjang rangkaian acara, panitia menghadirkan stan pameran inovasi dari desa-desa peserta. Beberapa produk yang dipamerkan antara lain Situpa Cantik, Rempah Kaibon, P4S Bumi Teduh, dan Sagara Warriors, yang menunjukkan keberagaman pendekatan ekonomi sirkular di tingkat akar rumput.
Dewan juri menilai setiap desa berdasarkan sejumlah kriteria, termasuk kesiapan administrasi, inovasi teknis, dan dampak nyata di lapangan. Hasil akhir menempatkan Desa Kramatwatu di posisi kedua dengan nilai 8,0, disusul Desa Beberan dengan nilai 7,5 di posisi ketiga.
Selain tiga besar, panitia juga memberikan penghargaan khusus Best Costume kepada Kampung Umbul Tengah atas kreativitas dan partisipasi aktifnya dalam kegiatan. Acara kemudian ditutup dengan pembagian doorprize bagi seluruh peserta sebagai bentuk apresiasi.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas institusi. Hadir langsung Komandan Grup 1 Kopassus Brigjen TNI Raden Nashrul Fathurahman, Asisten Daerah Pembangunan Provinsi Banten Dr. M. Yusuf, serta Kepala DLHK Provinsi Banten Dr. Wawan Gunawan. Kepala DLH Kota Serang Farach Richi dan CEO Bank Sampah Desty Eka Putri Sari juga turut menyaksikan jalannya acara.
Dalam sambutannya, Brigjen TNI Raden Nashrul Fathurahman menekankan bahwa pengelolaan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang bisa dimulai dari lingkungan terkecil. "Program ini diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi memperkuat praktik pengelolaan lingkungan berbasis masyarakat," ujarnya.
Rangkaian acara diawali dengan penampilan seni tari dari Sanggar Nava Yuvaka dan pemutaran video dokumentasi perjalanan desa-desa peserta. Dokumentasi tersebut menampilkan proses panjang dari tahap persiapan hingga penilaian, yang menjadi bukti nyata kerja keras setiap desa.
Ke depan, program Eco Waste diharapkan menjadi wadah berkelanjutan bagi desa-desa di Banten untuk terus berinovasi. Kolaborasi antara Grup 1 Kopassus, pemerintah daerah, dan masyarakat ini menjadi model pengelolaan lingkungan yang tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga keberlanjutan jangka panjang.