Menteri PU Dody Hanggodo Kebut Pemulihan Infrastruktur Pascabencana dari Sumatera hingga NTT, Ini Progres Terbarunya

Penulis: Aditya Nugraha  •  Minggu, 23 Agustus 2026 | 12:40:10 WIB
Menteri PU Dody Hanggodo Kebut Pemulihan Infrastruktur Pascabencana dari Sumatera hingga NTT, Ini Progres Terbarunya

JAKARTA - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo terus mengebut pemulihan infrastruktur pascabencana di berbagai wilayah, mulai dari Sumatera hingga Nusa Tenggara Timur (NTT). Sejak fase awal bencana, ia mendorong seluruh jajaran Kementerian PU bergerak cepat membuka akses jalan, memulihkan air bersih, hingga memastikan fasilitas dasar masyarakat kembali berfungsi.

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang Flores, Kementerian PU Langsung Turun Tangan

Percepatan penanganan itu terlihat jelas dalam respons Kementerian PU terhadap gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores, NTT, pada pertengahan Agustus 2026.

Gempa tersebut merusak sejumlah ruas jalan, jaringan air bersih, hingga fasilitas publik di beberapa kabupaten di Pulau Flores.

Dody Hanggodo Minta Data Kerusakan Disampaikan Tanpa Menunggu Pendataan Rampung

Saat meninjau langsung ke Kabupaten Nagekeo, Dody meminta pemerintah daerah segera melaporkan titik-titik kerusakan tanpa harus menunggu seluruh proses pendataan selesai.

Ia menjelaskan bahwa informasi awal sangat diperlukan agar tim teknis dan alat berat bisa lebih cepat bergerak menuju lokasi terdampak.

“Kami hadir pada setiap bencana, karena arahan Pak Presiden sudah jelas bahwa kita tidak boleh berduka berlama-lama, secepatnya kita harus bangkit. Jadi saya mohon diberikan data lengkapnya, titik-titiknya. Sehingga kami bisa menurunkan tim segera, bisa berkoordinasi dengan kepala-kepala dinas, bisa langsung mengecek satu per satu dan langsung bekerja,” kata Dody.

Progres Perbaikan Jalan Nasional Trans Flores

Dorongan untuk bergerak cepat itu langsung membuahkan hasil di lapangan.

Hingga 16 Agustus 2026, sembilan ruas jalan nasional yang terdampak gempa telah kembali berfungsi, dengan rincian sebagai berikut:

  • Delapan ruas berada di jalur Trans Flores, membentang dari Labuan Bajo menuju Ende dan Maumere.
  • Satu ruas lainnya yakni Ruteng-Reo-Kedindi.

Selain itu, sebanyak 40 titik longsoran dan empat titik patahan badan jalan turut ditangani oleh tim di lapangan.

Balai Pelaksanaan Jalan Nasional NTT mengerahkan tujuh unit ekskavator dan empat unit loader ke berbagai lokasi terdampak untuk mempercepat pembersihan material longsor.

Ruas Krica-Lidi Masih Jadi Titik Fokus Penanganan Longsor

Meski akses jalan utama sudah dapat dibuka, Dody dan jajarannya masih menghadapi pekerjaan di sejumlah titik.

Salah satunya adalah ruas Krica-Lidi sepanjang 4,1 kilometer di Desa Pulue, yang memiliki sedikitnya 10 titik longsor.

Dua unit ekskavator dan satu kendaraan pikap dikerahkan untuk menangani ruas tersebut.

Hingga 19 Agustus 2026, tim gabungan berhasil menembus salah satu titik longsor, sementara proses pembersihan di titik-titik lainnya masih terus berlangsung.

Pemulihan Air Bersih di Ende dan Pulau Palue Jadi Prioritas

Penanganan yang didorong Dody tidak berhenti pada urusan konektivitas jalan semata.

Pemulihan layanan dasar, terutama pasokan air bersih, turut menjadi prioritas utama pascagempa.

Di Kabupaten Ende, jaringan perpipaan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Inpres 2024 IKK Nangaba mengalami kerusakan akibat gempa.

Perbaikan mulai dilakukan pada 16 Agustus dan rampung pada malam berikutnya, sehingga air kembali mengalir hingga ke sambungan rumah warga.

Di Pulau Palue, Kabupaten Sikka, sekitar 7.000 warga di delapan desa membutuhkan bantuan air bersih darurat.

Empat unit tandon berkapasitas masing-masing 1.200 liter pun dikirim ke lokasi untuk memenuhi kebutuhan warga.

Selain penanganan darurat, pemerintah juga menyiapkan survei geolistrik untuk mencari sumber air tanah baru agar pasokan air dapat diperkuat dalam jangka panjang.

Pemeriksaan Fasilitas Publik dan Perbaikan Jaringan Irigasi

Dody juga mendorong percepatan pemeriksaan fasilitas publik yang terdampak gempa.

Personel yang diterjunkan untuk memeriksa bangunan terdampak ditambah dari semula tiga menjadi 14 orang.

Sejumlah fasilitas berikut menjadi bagian dari bangunan yang diperiksa:

  • Rumah Sakit Komodo
  • Kantor pemerintahan
  • Rumah ibadah
  • Fasilitas umum lainnya

Kerusakan jaringan irigasi juga turut menjadi perhatian dalam proses pemulihan ini.

Di Daerah Irigasi Mbay Kiri Lanjutan, saluran tersier mengalami kerusakan sepanjang 250 meter dan patah di tiga titik, yang berdampak pada sekitar 175 hektare lahan pertanian.

Jejak Pemulihan Infrastruktur Pascabencana di Sumatera

Pola penanganan serupa sebelumnya juga dijalankan Kementerian PU saat bencana melanda Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat pada akhir 2025.

Berdasarkan data Kementerian PU per 20 Agustus 2026, capaian pemulihan di tiga provinsi tersebut sudah signifikan, di antaranya:

  • Seluruh 107 ruas jalan nasional terdampak telah kembali fungsional.
  • Sebanyak 43 jembatan nasional yang terdampak juga sudah kembali berfungsi seluruhnya.
  • Sebanyak 2.291 dari 2.421 ruas jalan daerah terdampak telah pulih, atau setara 94,63 persen.
  • Dari 1.184 jembatan daerah yang terdampak, 827 di antaranya telah kembali berfungsi.
  • Sebanyak 178 SPAM tercatat telah kembali fungsional, terdiri atas 71 SPAM di Aceh, 45 di Sumatera Utara, dan 62 di Sumatera Barat.
  • Sebanyak 1.794 dari 1.914 unit hunian di 18 lokasi telah selesai dibangun kembali, dengan 120 unit lainnya masih dalam proses penanganan di Sumatera Utara.
  • Penanganan terhadap 702 fasilitas umum juga tercatat telah rampung.

Pekerjaan Irigasi dan Bendung yang Masih Berlanjut

Meski capaian di atas cukup signifikan, pekerjaan Kementerian PU belum sepenuhnya tuntas.

Dari 31 daerah irigasi kewenangan pusat yang terdampak, baru 13 yang selesai ditangani.

Pada daerah irigasi kewenangan daerah, baru dua dari 65 lokasi yang tercatat selesai.

Untuk bendung nasional, empat dari 14 lokasi terdampak telah selesai ditangani, sementara tiga dari 52 bendung daerah telah rampung dikerjakan.

Kondisi ini membuat pekerjaan Dody dan jajarannya terus berlanjut meski fase tanggap darurat sudah berakhir.

Sabo Dam di Gunung Marapi Jadi Langkah Mitigasi Jangka Panjang

Arah penanganan pascabencana kini mulai bergerak menuju upaya mitigasi untuk mengurangi risiko kerusakan di masa depan.

Di kawasan Gunung Marapi, Sumatera Barat, pembangunan delapan sabo dam tahap pertama telah dimulai sejak Maret 2026, dengan rincian:

  • Lima sabo dam berada di Kabupaten Tanah Datar.
  • Tiga sabo dam lainnya berada di Kabupaten Agam.

Delapan sabo dam tersebut dirancang memiliki kapasitas tampung sedimen sekitar 440.000 meter kubik.

Pemerintah merencanakan pembangunan total 56 sabo dam secara bertahap di 24 sungai sepanjang periode 2026-2029, guna menahan material dan mengurangi dampak apabila aktivitas Gunung Marapi kembali memicu aliran material ke wilayah di bawahnya.

Kesimpulan: Dari Tanggap Darurat Menuju Pemulihan Berkelanjutan

Dari Sumatera hingga NTT, Dody menghadapi pola tantangan yang hampir serupa: bergerak cepat saat bencana terjadi, mengembalikan konektivitas dan layanan dasar, lalu menjaga agar pemulihan tetap berlanjut setelah keadaan darurat berakhir.

Bagi Dody, kecepatan pada hari-hari pertama menjadi hal penting karena akses yang terputus turut menghambat distribusi bantuan dan pelayanan kepada masyarakat.

Meski demikian, pekerjaan tidak berhenti setelah jalan kembali dapat dilalui.

Pemulihan air bersih, hunian, irigasi, bendung, hingga pembangunan infrastruktur mitigasi menjadi pekerjaan lanjutan untuk memastikan wilayah terdampak tidak hanya kembali berfungsi, tetapi juga lebih siap menghadapi ancaman bencana berikutnya.

Pertanyaan Seputar Pemulihan Infrastruktur Pascabencana Sumatera-NTT

Apa penyebab kerusakan infrastruktur di NTT yang ditangani Kementerian PU?

Kerusakan infrastruktur di NTT dipicu oleh gempa berkekuatan magnitudo 7,7 yang mengguncang Flores pada pertengahan Agustus 2026, yang merusak jalan, jaringan air bersih, dan fasilitas publik.

Berapa jumlah ruas jalan nasional yang sudah pulih di NTT?

Hingga 16 Agustus 2026, sembilan ruas jalan nasional yang terdampak gempa di NTT telah kembali berfungsi, delapan di antaranya berada di jalur Trans Flores.

Bagaimana progres pemulihan pascabencana di Sumatera?

Per 20 Agustus 2026, seluruh 107 ruas jalan nasional dan 43 jembatan nasional yang terdampak bencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat telah kembali fungsional.

Apa langkah mitigasi yang disiapkan Kementerian PU untuk mencegah kerusakan berulang?

Kementerian PU membangun sabo dam di kawasan Gunung Marapi, Sumatera Barat, dengan rencana total 56 sabo dam di 24 sungai sepanjang 2026-2029 untuk menahan material dan mengurangi risiko kerusakan.

Reporter: Aditya Nugraha
Back to top