Distan Lebak Siapkan 201 Pompa Air untuk Selamatkan 392 Hektare Sawah dari Kekeringan Akibat El Nino

Penulis: Endra Sanjaya  •  Kamis, 27 Agustus 2026 | 20:28:02 WIB
Distan Kabupaten Lebak menyiagakan 201 unit pompa air untuk mengaliri 392 hektare sawah yang terancam kekeringan akibat El Nino.

Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Banten menyiagakan 201 unit pompa air untuk mengaliri 392 hektare sawah yang terancam kekeringan akibat musim kemarau panjang atau El Nino. Langkah ini diambil agar produksi pangan di wilayah tersebut tetap terjaga dan petani tidak mengalami gagal panen. Para petani diminta mengoptimalkan penyedotan air dari permukaan sungai untuk dialirkan ke areal persawahan.

LEBAK — Ancaman gagal panen di tengah musim kemarau panjang membuat Pemerintah Kabupaten Lebak bergerak cepat. Sebanyak 201 unit pompa air disiapkan untuk menyelamatkan lahan pertanian seluas 392 hektare yang tersebar di sejumlah kecamatan.

Kepala Distan Kabupaten Lebak, Rahmat Yuniar, mengatakan pompanisasi menjadi solusi utama untuk memastikan ketersediaan air bagi tanaman padi tetap tercukupi. Petani diminta aktif menyedot air permukaan dari sungai-sungai terdekat.

Petani Diminta Optimalkan Penyedotan Air Sungai

Rahmat menegaskan, keberhasilan langkah ini bergantung pada partisipasi aktif para petani di lapangan. Pihaknya telah melibatkan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT), Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL), dan kelompok tani dalam menghadapi kekeringan.

"Kami minta petani mengoptimalkan pompanisasi dengan menyedot air permukaan sungai dan dialirkan ke areal persawahan," kata Rahmat di Lebak, Kamis.

Pengalaman Tahun Lalu Jadi Modal

Strategi ini bukan tanpa dasar. Pengalaman menghadapi kekeringan beberapa tahun sebelumnya membuktikan bahwa penggunaan pompa air mampu menjaga produksi pangan di Kabupaten Lebak tetap stabil.

Saat ini, banyak kelompok tani yang telah menerima bantuan alat dan mesin pertanian, seperti pompa air dan traktor. Bantuan tersebut berasal dari Kementerian Pertanian (Kementan), pemerintah kabupaten, dan pemerintah provinsi.

150 Hektare Sawah di Tambakbaya Dipastikan Panen

Optimisme juga datang dari para petani di lapangan. Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Tambakbaya, Ruhiana, melaporkan bahwa tanaman padi seluas 150 hektare di wilayahnya dipastikan tetap panen hingga September 2026.

"Kami sudah biasa menghadapi musim kemarau menggunakan pompa air," ujar Ruhiana.

Ia mengaku bersyukur karena penyedotan air dari permukaan sungai dengan pompa mampu menjaga produktivitas pertanian mereka di tengah ancaman El Nino.

Reporter: Endra Sanjaya
Sumber: banten.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top