SERANG — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah membuka Kelas Remaja-Orang Tua Bersahaja: Gen Z Tanpa Minder di Aula DP3AKKB Provinsi Banten, KP3B, Curug, Kota Serang, Kamis (27/8/2026). Kegiatan ini dirancang sebagai ruang belajar bersama bagi orang tua dan remaja untuk memperkuat pendampingan keluarga.
Dimyati menegaskan bahwa pendampingan orang tua menjadi kunci utama di tengah derasnya arus informasi yang diterima anak-anak melalui internet. Menurutnya, tanpa pengawasan yang baik, anak mudah terpapar informasi maupun budaya yang berdampak negatif.
"Orang tua juga harus bisa menjadi contoh bagi anaknya. Jangan sampai orang tua memberikan contoh yang tidak baik," kata Dimyati.
Wakil gubernur meminta orang tua tidak hanya sekadar memfasilitasi kebutuhan anak, tetapi juga ikut mengarahkan, mendidik, dan mengawasi. Peran aktif ini dinilai penting agar anak tidak mudah terpengaruh hal-hal negatif dari luar.
Menurut Dimyati, keteladanan orang tua adalah fondasi utama dalam membentuk karakter anak. Ia mengingatkan bahwa anak-anak cenderung meniru perilaku orang dewasa di sekitarnya, sehingga contoh baik dari orang tua menjadi hal yang mutlak.
Kepada para remaja, Dimyati berpesan agar selektif dalam memilih lingkungan pergaulan. Ia mendorong anak muda untuk bergaul dengan orang-orang yang memberikan pengaruh positif dan memotivasi mereka untuk berkembang.
"Gabunglah dengan yang sukses-sukses, kalau gabung dengan yang tidak sukses, tidak akan unggul," ujarnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa lingkungan pertemanan memiliki peran besar dalam membentuk pola pikir dan semangat berprestasi seorang remaja. Dimyati meyakini bahwa pergaulan yang baik akan mendorong anak muda untuk terus termotivasi.
Kepala DP3AKKB Provinsi Banten Iwan Ardiansyah Sentono mengatakan, generasi muda berhak mendapatkan pendidikan yang layak sekaligus pendampingan dari orang tua. Penguatan hubungan antara orang tua dan anak menjadi langkah strategis dalam mempersiapkan generasi emas menuju 2045.
"Tujuan acara hari ini adalah kita berharap di Tahun 2045, kita punya generasi emas yang baik, yang jadi modal dasar pembangunan," katanya.
Kelas Remaja-Orang Tua Bersahaja digelar sebagai wadah untuk membangun kebersamaan antara orang tua dan remaja. Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan keluarga dalam mendampingi tumbuh kembang generasi muda di Provinsi Banten.