Polda Banten dan Jasa Raharja Bedah Data Kecelakaan, Pelajar dan Ojek Online Jadi Prioritas Intervensi

Penulis: Chandra Kusuma  •  Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:01:32 WIB
Polda Banten dan Jasa Raharja melakukan rapat koordinasi untuk membedah data kecelakaan lalu lintas di wilayah Banten.

SERANG — Rapat koordinasi antara Polda Banten dan PT Jasa Raharja tidak hanya membahas angka kecelakaan secara umum. Kedua institusi memilih memetakan faktor dominan di lapangan, mulai dari perilaku pengguna jalan, karakteristik kendaraan, hingga kondisi lingkungan, untuk menentukan titik intervensi yang paling mendesak.

Hasilnya, dua kelompok pengguna jalan dinilai paling membutuhkan perhatian khusus: pelajar dan pengemudi ojek online. Keduanya disebut kerap terlibat dalam kecelakaan, sehingga penguatan edukasi dan kampanye tertib berlalu lintas dinilai lebih efektif daripada pendekatan yang bersifat general.

Pendekatan Baru: Antisipasi Sebelum Korban Berjatuhan

Kabag Operasional Jasa Raharja, Harry Herawan, menegaskan bahwa pencegahan kecelakaan tidak bisa lagi dilakukan dengan pola reaktif. Menurutnya, pemahaman terhadap akar masalah di lapangan menjadi kunci utama sebelum menentukan langkah preventif.

“Pencegahan kecelakaan harus dimulai dari pemahaman yang utuh terhadap permasalahan di lapangan. Kita perlu mengetahui faktor apa yang paling dominan, siapa kelompok yang paling berisiko, dan di mana titik-titik yang membutuhkan intervensi. Dengan begitu, langkah yang dilakukan bersama dapat lebih tepat sasaran dan memberikan dampak nyata,” ujar Harry.

Pernyataan itu menegaskan perubahan paradigma dari sekadar merespons kejadian menjadi mengantisipasi risiko. Sinergi fungsi Penegakan Hukum (Gakkum) dan Keselamatan dan Keamanan (Kamsel) Polda Banten menjadi tulang punggung strategi ini.

Pelajar dan Ojek Online: Target Edukasi yang Berbeda

Harry menambahkan, kolaborasi dengan Polda Banten akan difokuskan pada penguatan perlindungan keselamatan bagi pelajar dan rekan ojek online. Kedua kelompok ini punya karakteristik risiko yang berbeda, sehingga pendekatan edukasinya pun tidak bisa disamakan.

“Kami melihat pelajar dan rekan-rekan ojek online sebagai kelompok yang perlu terus diperkuat edukasi dan perlindungan keselamatannya. Jasa Raharja siap berkolaborasi dengan Polda Banten untuk mendorong upaya preventif yang tidak hanya dilakukan setelah kecelakaan terjadi, tetapi bagaimana kita bersama-sama mencegah kecelakaan itu terjadi,” tambahnya.

Pemetaan Risiko Jadi Modal Utama

Rapat ini menghasilkan komitmen untuk membangun kolaborasi berbasis data dan pemetaan risiko. Dengan memahami pola kecelakaan secara detail, upaya pencegahan diharapkan bisa diarahkan pada lokasi dan kelompok pengguna jalan tertentu yang membutuhkan intervensi lebih cepat.

Polda Banten dan Jasa Raharja sepakat bahwa langkah preventif yang terukur dan berkelanjutan akan lebih efektif menekan angka kecelakaan dibandingkan tindakan yang sifatnya insidental. Sinergi ini diharapkan mampu mewujudkan lalu lintas yang lebih aman dan berkeselamatan bagi seluruh masyarakat Banten.

Reporter: Chandra Kusuma
Sumber: persepsi.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top